Bupati Lamongan Cerita soal Pengembangan Sorgum Sebagai Pengganti Beras

Bupati Lamongan Cerita soal Pengembangan Sorgum Sebagai Pengganti Beras

Eko Sudjarwo - detikJatim
Sabtu, 12 Feb 2022 23:00 WIB
Bupati Lamongan Cerita soal Pengembangan Sorgum Sebagai Pengganti Beras
Pimred detikcom Alfito Deanova Ginting dan Bupati Lamongan Yuhronur Effendi/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Selain dikenal sebagai salah satu lumbung pangan, Lamongan juga terus menggenjot pengembangan produk pertanian pengganti beras. Yang sedang digarap yakni sorgum.

Sorgum menjadi salah satu sektor pertanian di Lamongan yang bisa diandalkan. Tahun 2021 dari luas tanam 233 hektare dan luasan panen 180 hektare didapatkan produktivitas 6,55 ton per hektare.

"Dari produksi panen tersebut biji sorgum diolah menjadi produk olahan seperti tepung orean sorgum, beras sorgum juga aneka makanan kecil dengan bahan dasar sorgum," kata Bupati Lamongan Yuhronur Effendi saat menerima kedatangan Pimred detikcom Alfito Deanova Ginting di pendopo Lokatantra, Sabtu (12/2/2022).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini mengatakan, tanaman sorgum menjadi inovasi bagi Kabupaten Lamongan dalam menjawab tantangan/permasalahan, khususnya di sektor pertanian. Yakni dengan membuat biji sorgum menjadi olahan yang lebih bernilai.

"Yang kita dorong adalah kualitas produksi dan luasan lahan. Kami juga sudah melakukan komunikasi secara langsung dengan Menteri Pertanian, diharapkan nantinya ada pabrik yang dapat mengolah sorgum menjadi olahan yang memiliki nilai lebih," kata Pak Yes.

ADVERTISEMENT

Dijelaskan Pak Yes, yang menjadi penekanan dari inovasi sorgum adalah inovasi rumah sorgum yang saat ini sudah berjalan. Rumah sorgum ini yakni semacam show working space bagi petani, yang menjadi tempat berkumpulnya petani sehingga dapat memberikan inspirasi untuk membuat sorgum mempunyai nilai tambah.

"Inovasi ini dilatarbelakangi semakin berkurangnya lahan pertanian yang hanya bergantung pada cuaca/musim. Selain itu juga tingginya biaya produksi harga pangan, termasuk beras," tuturnya.

Pak Yes yakin inovasi rumah sorgum ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, sorgum sebenarnya mempunyai nilai tambah yang cukup bagus. Hanya karena kurang pengetahuan dari petani sehingga sebelumnya hanya menanam jagung.

"Dari sini dicari alternatif bahan pokok yang terjangkau, yaitu budidaya tanaman sorgum, di mana harga pangan murah dengan manfaat yang sama dengan bahan pangan lainnya, hal ini penting untuk ketahanan pangan," papar Pak Yes.

Biji sorgum diolah menjadi produk olahan seperti orean sorgum, beras sorgum juga aneka makanan dengan bahan dasar sorgum. "Kehadiran rumah sorgum ini bisa menjawab terkait apapun yang menjadi pertanyaan mengenai sorgum mulai dari penanaman hingga produksinya hingga bisa memiliki nilai lebih, yaitu harganya yang lebih mahal," pungkasnya.




(sun/sun)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads