Ibu-ibu di Kota Blitar Ini Berbagi Makanan Gratis Lewat Hari Berjuang

Erliana Riady - detikJatim
Jumat, 04 Feb 2022 13:15 WIB
Kelompok Wanita Tani di Blitar
Kelompok Tani Wanita di Blitar berbagi makan gratis./Foto: Erliana Riady
Blitar -

Rasa sosial warga Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar patut ditiru. Setiap Jumat pada pekan pertama mereka berbagi makanan kepada sesama yang diberi nama "Hari Berjuang" yang merupakan singkatan dari Hayo Kemari Berbagi Jumat Makan Gratis.

Pada hari Jumat ini, warga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri bersama komunitas wanita lainnya memasak dan membagikan sarapan. Makanan dibagikan kepada siapapun yang melintas di Jalan Tidore 112 Kota Blitar.

Menu yang disajikan di meja beragam. Ada nasi putih, nasi ampok atau jagung dan nasi beras merah. Lauknya juga beragam, mulai urap-urap, sayur lodeh, sop dan tumisan lengkap dengan telur dan tahu tempe goreng.

Ketua KWT Dewi Sri, Tatik Mujianingsih, kegiatan berbagi makanan seperti ini sudah dimulai sejak setahun yang lalu. Kondisi sulit selama pandemi, menggugah semangat empati warga untuk membangkitkan virus berbagi kepada sesama.

"Sudah setahun kami ajak ibu-ibu berbagi untuk sesama. Tapi berupa sayuran hasil panenan kami sendiri. Juga kami lengkapi lauk pauk sederhana, seperti tahu, tempe dan telur," tutur Tatik kepada detikjatim, Jumat (4/2/2022).

Hari ini, lanjut Tatik, merupakan kali pertama mereka menyediakan masakan siap konsumsi. "Hari Berjuang" merupakan konsep berbagi dari hasil berunding ibu-ibu kreatif di kampung ini.

"Hayo Kemari Berbagi Jumat Makan Gratis. Hari Berjuang ini hasil berunding kami semalam, biar ada yang beda dan menambah semangat kami berbagi makanan siap konsumsi kepada siapapun yang melintas di Jalan Tidore ini," imbuhnya.

Menurut Tatik, pembagian makanan bertema Hari Berjuang akan digelar setiap hari Jumat pekan pertama. Pada hari ini, komunitasnya akan menyediakan makanan siap konsumsi. Hari Jumat pekan berikutnya, akan dibagikan sayuran dan bahan makanan yang bisa dimasak oleh siapapun yang membutuhkan.

Ia bersyukur makanan yang dibagikan selalu ludes. Para penikmatnya mulai dari sopir truk hingga para pelajar. Ia berharap kegiatan ini bisa berlanjut dan menjadi "virus" kebaikan yang bisa menyebar ke siapapun.

"Alhamdulillah banyak yang sudah sarapan ini tadi. Ada bapak-bapak sopir truk, para petani sekitar juga anak-anak pelajar. Semoga kami bisa istikamah menularkan virus berbagi ini. Aamiin," ujarnya.

Joko, salah satu sopir truk pengangkut telur yang kebetulan melintas di Jalan Tidore menikmati sarapan gratis disini. Joko bersyukur, uang sakunya bisa disisihkan untuk keluarga, karena tidak perlu tak perlu membeli sarapan lagi.

"Uang buat beli sarapan bisa dikasih istri di rumah. Lumayan bisa nambah belanja untuk makan anak-anak di rumah. Semoga yang buat sarapan gratis ini sehat semua dan diberkahi Allah SWT," pungkasnya tersenyum bahagia.



Simak Video "Studi Inggris: Vaksinasi Covid-19 Cegah 20 Juta Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)