Ada 27 Kasus Demam Berdarah di Banyuwangi, Satu Meninggal Dunia

Ardian Fanani - detikJatim
Jumat, 28 Jan 2022 17:34 WIB
ilustrasi demam berdarah
Ilustrasi demam berdarah. Foto: iStockphoto
Banyuwangi -

Kasus demam berdarah di Banyuwangi meningkat. Tercatat, ada 27 orang yang terjangkit sepanjang Januari 2022. Dari jumlah ini, satu pasien meninggal dunia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat membenarkan peningkatan kasus demam berdarah di awal tahun ini.

"Ada 27 orang dan 1 meninggal selama Januari 2022," jelasnya kepada wartawan, Jumat (28/1/2022).

Dia menyatakan, pada awal tahun ini, memang terjadi indikasi peningkatan kasus demam berdarah di Banyuwangi. Namun menurutnya, kecenderungan peningkatan itu tidak hanya terjadi di Banyuwangi tetapi juga di beberapa wilayah Jawa Timur.

"Ini ada indikasi peningkatan kasus (demam berdarah) di Banyuwangi dan juga beberapa daerah di Provinsi Jawa Timur," tegasnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus demam berdarah yang lebih tinggi, Dinkes telah menerbitkan Surat Edaran. Surat ini ditujukan pada seluruh Camat, Desa dan Kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap demam berdarah, terutama pada aspek pencegahannya.

"Kita minta gerakan 3M di setiap Jumat pagi dengan tag line Gertak BSM, gerakan serentak berantas sarang nyamuk," ungkapnya.

Melalui gerakan ini, Pemkab Banyuwangi meminta seluruh penampungan air dikuras setidaknya seminggu sekali. Dengan melakukan hal ini, jentik pada genangan air tidak sampai berkembang menjadi nyamuk.

"Artinya, dengan tidak adanya nyamuk, mata rantai penularan demam berdarah terputus," tegasnya.

Untuk penampungan air yang tidak mungkin dikuras, maka harus ditutup. Biasanya, kata Amir, yang paling rawan adalah sampah pada saat hujan yang memungkinkan menjadi tempat penampungan air.

"Yang seperti itu kita minta dikubur atau dibersihkan. Maka gerakan serentak di setiap Jumat itu yang kita harapkan dapat menutup rantai penularan aedes aigypti sebagi vektor demam berdarah," pungkasnya.



Simak Video "Perhatikan Gantungan Bajumu, Nyamuk Suka dengan Bau Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)