Jalan 'Angon Bebek' di Lamongan Diuruk, Nggak Tambah Bagus Justru Makin Parah

Eko Sudjarwo - detikJatim
Jumat, 28 Jan 2022 16:03 WIB
jalan rusak di lamongan
Kondisi jalan yang makin parah setelah diuruk (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Pengurukan jalan di Kecamatan Sukodadi-Paciran menimbulkan masalah baru. Ruas jalan ini menjadi rusak karena material urukan bercampur air dan menjadi lumpur. Banyak pengguna jalan yang terdampak saat melintasinya.

Pengurukan dilakukan di ruas jalan Desa Pucangro sepanjang lebih kurang 500 meter dari total panjang jalan sekitar 1,5 km. Material urukan tersebut membuat kerusakan jalan bertambah parah. Karena sebelumnya sebagian wilayah di sana juga terendam banjir.

Sementara, sisa jalan yang belum teruruk dan masih terendam banjir juga mengalami kerusakan parah karena berlubang dan aspal yang mengelupas. Akibatnya banyak pengguna jalan yang tergelincir dan terperosok kubangan lumpur yang bercampur dengan air banjir.

Selain itu, sisi jalan yang belum teruruk dan terendam air banjir juga membahayakan karena banyak lubang besar yang tidak terlihat akibat tergenang air. Terlebih, bebatuan yang berserakan di sepanjang jalan juga sangat mengganggu pengguna jalan yang melintas.

"Tambah rusak, sisi jalan yang diuruk jadi kubangan lumpur, yang belum teruruk masih terendam banjir, dan banyak jalan berlubang," kata salah seorang pengguna jalan, Thorik kepada detikJatim, Jumat (28/1/2022).

Pengurukan jalan juga dianggap memperburuk keadaan. Alih-alih memperbaiki jalan, yang terjadi malah banyak kendaraan yang terjerembab di lumpur uruk tersebut saat melintas. Akibatnya, kemacetan pun tak terelakkan di ruas jalan ini.

"Kendaraan yang nekat melintas di jalur ini banyak yang terjerembab," ungkap Thorik.

Pengasuh Ponpes Matholiul Anwar Simo Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Syaifullah Abid mengomentari pengurukan tersebut. Menurut Gus Abid, pengurukan tersebut dilakukan tanpa studi kelayakan terhadap bahan atau material tanah uruk sehingga menimbulkan masalh baru. Dampak lain akibat pengurukan adalah banyak warga yang terjatuh.

"Pengurukan jalan yang menjadi kubangan lumpur itu kurang tepat waktu karena saat ini banjir masih menggenang sehingga memperburuk keadaan dan menciptakan persoalan baru," ungkap Gus Abid.

Saat ini, kondisi jalan Pucangro sudah dipasang plang dari bambu agar tidak diterobos oleh pengguna jalan. Sehingga, ada pemberlakuan satu lajur dan warga yang melintas dari arah selatan maupun utara harus bergantian melewatinya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Sujarwo mengatakan, proses pengurukan tersebut dilakukan Kamis (28/1/2022). Sujarwo menyebut, pengurukan agregat ini dilakukan sebagai upaya penanganan darurat agar jalan tak semakin parah. Menurut dia, setelah diuruk akan dipadatkan dengan tandem vibro lalu dikeringkan kurang lebih 2 sampai 3 hari, baru bisa dilewati.

"Lah, kemarin baru diuruk langsung dilewati, ya hancur. Masyarakat sudah dilarang masih saja nyerobot," kata Sujarwo.

Sujarwo menambahkan ukuran panjang jalan yang akan diuruk masih akan dipastikan lagi di lapangan. Oleh sebab itu, dia berpesan kepada para pengguna jalan agar tak melintas lebih dulu di lajur yang belum kering pengurukannya.

"Tetap sabar mengikuti arahan petugas menunggu proses pengeringan. Kalau belum boleh dilewati ya jangan menerobos, supaya pekerjaan darurat bisa berjalan dengan baik," tutur dia.

Dari data yang dihimpun dari Dinas PU Bina Marga Lamongan pada 24 Januari 2022, diperoleh informasi bahwa tahun ini akan dilakukan peningkatan jalan dengan konstruksi CBC atau cor beton. Tepatnya di ruas jalan Desa Pucangro yang rusak parah akibat banjir.

Selain itu, ruas jalan ini akan ditinggikan dengan urukan sirtu/agregat A, yang pelaksanaannya bakal direalisasikan di bulan Maret-April mendatang. Saat ini, proses itu masih dalam tahap melengkapi dokumen yang kemudian dilanjutkan proses lelang.

Jumlah anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan ruas jalan Pucangro itu senilai Rp 4,8 miliar. Dengan panjang jalan yang dibangun kurang lebih 1,2 kilometer.

Sementara itu, Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Lamongan telah memasang rambu tanda bahaya di sejumlah titik jalan poros Desa Pucangro sejak Selasa (25/1/2022). Hal itu dilakukan demi mencegah kecelakaan di kawasan setempat.

Mereka juga berencana memberlakukan sistem satu arah untuk mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan ini. Sistem ini diberlakukan bagi pengguna jalan yang melintas dari arah selatan menuju ke utara.

Sementara yang dari arah utara menuju ke selatan, dialihkan ke jalan alternatif, yakni melalui Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng menuju ke Kecamatan Maduran, kemudian ke arah Pucuk.

Sebelumnya, ruas jalan poros yang ada di Desa Pucangro ini sempat menjadi lokasi aksi 'angon bebek' pemuda Lamongan. Aksi 'angon bebek' ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kekecewaan mereka terhadap lambannya pemerintah dalam mengatasi banjir.



Simak Video "DPRD Bersurat ke RK Minta Segera Tangani Jalan Rusak di Cianjur Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)