Sri Wahyuni Harap KemenPUPR Bahas Kuota Program Bersama

Charolin Pebrianti - detikJatim
Rabu, 26 Jan 2022 14:03 WIB
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Sri Wahyuni mengikuti Raker Komisi V
Foto: Istimewa (Dok Pribadi)
Ponorogo -

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Sri Wahyuni mengikuti Raker Komisi V bersama Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (25/1). Pembahasan terutama soal evaluasi APBN Tahun Anggaran (TA) 2021 serta rencana Program Kerja TA 2022 KemenPUPR.

Tahun 2022 ini, anggaran KemenPUPR mengalami penurunan di tahun 2022 menjadi Rp 100,6 Triliun. Dari sebelumnya tahun 2021 sebesar Rp 152,1 Triliun.

"Anggaran memang ada pengurangan, penurunan, tetapi alangkah baiknya dalam penentuan kuota program (yang bisa dibawa ke dapil) ini kami juga diajak bicara," tutur Yuni kepada detikJatim, Rabu (26/1/2022).

Politisi partai NasDem ini pun berharap, KemenPUPR bisa berkoordinasi terkait kuota program. Tidak hanya berkoordinasi dengan pengguna anggaran (PA) saja.

Selain itu, Sri Wahyuni meminta agar proses birokrasi pelaksanaan program yang dibawa anggota Komisi V DPR-RI dapat disederhanakan. Agar aspirasi dari masyarakat dapat langsung dieksekusi oleh kementerian tanpa perlu berbelit melalui rekomendasi pemerintah daerah setempat.

"Supaya aspirasi dan program yang kita perjuangkan bisa cepat jalan, lancar, langsung mengena ke masyarakat," ujar Yuni.

Terkait UU tentang Ibu Kota Negara (IKN) yang telah disahkan, Sri Wahyuni meminta KemenPUPR terus menganalisa dan mengkaji tata kelola anggaran agar tak terjadi kerancuan yang berdampak pada kurang efektifnya program.

Sri Wahyuni juga meminta penjelasan terkait kesesuaian target kerja KemenPUPR dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat yang memprioritaskan pemulihan ekonomi, sedangkan anggaran KemenPUPR berkurang signifikan.

Sri Wahyuni pun juga mengucapkan terima kasih atas realisasi pembangunan dari aspirasi yang saya bawa di Dapil VII Jawa Timur. Salah satunya pengerjaan pelebaran jalan raya Ponorogo-Madiun di Kecamatan Babadan sepanjang 2,5 KM yang telah selesai.

"Saya juga meminta agar proyek pelebaran jalan tersebut ditambah mengingat aspirasi yang sudah disampaikan sebelumnya mencapai panjang 30 kilometer," pungkas Yuni.



Simak Video "Karier Cemerlang Anak Ojol di Organisasi Kesehatan Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)