Cerita Warga Kampung Miliarder Tuban Dulu Diguyur Uang Kini Menganggur

Ainur Rofiq - detikJatim
Selasa, 25 Jan 2022 18:02 WIB
kampung miliarder di tuban
Kampung Tuban yang dulu disebut kampung miliarder (Foto: Ainur Rofiq)
Tuban -

Masih ingat dengan kisah warga Wadung, Jenu, Tuban yang menjadi kampung miliarder dadakan? Dua tahun lalu, warga sempat ramai-ramai menjual tanahnya untuk pembangunan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Namun kini, keadaan berbanding terbalik.

Para warga pun resah. Lahan ladang dan sawah yang selama ini menghidupi mereka kini jelas sudah tak ada lagi. Mereka pun berganti profesi. Namun pekerjaan baru itu tak mudah hingga tak sedikit warga yang menganggur.

"Ada cerita ini, tapi mohon maaf namanya lupa, orangnya memang tulen petani. Tanah yang ditempati dan rumahnya ikut dijual. Uangnya dipakai beli tanah lagi di Wadung sini dan buat rumah, itu uangnya malah habis. Dan terpaksa rumah yang dibangun ini dijual kembali dan memilih beli tanah dengan ukuran rumah diperkecil," tutur Ketua Paguyuban Karang Taruna Ring 1 Proyek GRR, Ghoni, Selasa (25/1/2022)

Ghoni menyebut memang rumah warga di ring satu proyek kilang Tuban terlihat megah dan mewah. Tapi warganya tetap butuh pekerjaan bagi yang masih menganggur.

"Kalau Wadung disebut kampung miliarder itu bagi saya kok kurang pas. Ya karena dulunya orang punya rumah dijual dibelikan rumah lagi ya hanya pas untuk itu," kata Ghoni.

Baca juga: Nasib Kampung Miliarder yang Kini Warganya Butuh Pekerjaan

Desa Wadung yang terdiri dari empat dusun itu, yang kena pembebasan tanahnya pada waktu itu sedikit. Mereka kebanyakan warga dusun Tadahan, Wadung, dan Boro Wadung.

Kemarin, kata Ghoni, warga ikut berunjuk rasa menagih janji dari pihak pertamina yang disebut menjanjikan warga yang telah menjual tanahnya akan mendapat pekerjaan di proyek. Tetapi, kata Ghoni, yang terjadi malah banyak pemuda desa yang sudah menyerahkan berkas lamaran malah seakan dipersulit dengan aturan yang ada.

"Ya ada yang sudah kerja saat dulu awal butuh security, tapi juga tak lebih dari 30 orang. Bahkan saat ini ada warga ring 1 yang sudah nyerahkan berkas lamaran tapi banyak yang dipersulit dengan aturan," kata Ghoni.

"Beberapa warga yang nganggur ini dulu jadi petani, buruh tani ke warga yang punya lahan luas. Tapi saat ini jangankan jadi petani, jadi buruhnya petani sudah tak bisa, karena lahannya sudah dijual," ujar imbuhnya.

Bahkan menurut Ghoni, ada salah satu warga di desanya yang dulu tanah dan rumahnya dijual ke proyek kilang minyak dan berharap bisa untung. Namun yang terjadi malah sebaliknya.



Simak Video "Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan Kebakaran!"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/fat)