Pengungsi Afghanistan Demo di DPRD Surabaya, Tuntut Pindah ke Negara Ketiga

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 25 Jan 2022 13:55 WIB
Pengungsi Afganistan demo di Surabaya
Pengungsi Afganistan demo di DPRD Surabaya/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

Ratusan pengungsi dari Afghanistan menggelar demo di depan kantor DPRD Kota Surabaya Jalan Yos Sudarso. Mereka minta kejelasan nasib.

Pantauan di lokasi, para pengungsi berdemo dengan dikawal ketat sejumlah aparat dari kepolisian. Selama demo beraksi mereka menggelar orasi dan meneriakkan yel-yel serta memajang sejumlah poster.

Mohamad Ali (35), salah satu peserta demo mengatakan ia dan teman-teman sesama pengungsi meminta kejelasan nasib. Sebab selama 12 tahun ini nasib mereka terkatung-katung di Indonesia.

"Kita di sini selama 12 tahun tinggalnya di Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo. Ini demo kita buka pertama kali. Kita pernah demo seperti ini di kantor gubernur, balai kota, di konjen Amerika, dan Australia tapi tidak ada yang peduli," tutur Ali kepada detikJatim, Selasa (25/1/2022).

"Kita minta tolong dari pemerintah Indonesia dari Pemprov Jatim kita minta tolong sampaikan suara kita ke atas ke UNHCR yang menanggung nasib kita," imbuh Ali.

Dalam tuntutan ini, lanjut Ali, mereka tidak meminta apa-apa selain selain segera mengirimkan para pengungsi ke negara pihak ketiga yang mau menerima. Negara tersebut ini antara lain Australia, Amerika Serikat dan Kanada.

"Tuntutan kita segera dipindah ke negara pihak ketiga seperti Amerika, Australia atau Kanada. Karena kita di sini hanya transit. Tapi ternyata kita di sini sudah 12 tahun penuh ketidakjelasan," tegas Ali.

Menurut Ali, selama di tempat pengungsian selama 12 tahun, banyak di antara teman-temannya meninggal karena sakit dan bunuh diri. Hal itu lantaran mereka mengalami depresi. Sebab selama di Indonesia, mereka dilarang beraktivitas seperti bekerja atau berkegiatan lainnya.

"Kita di pengungsian tidak boleh bekerja atau lainnya. Kita hanya disuruh makan tidur saja selama 12 tahun ini. Saat ini kami ada 279 dari Afganistan yang tinggal Puspa Agro, Sidoarjo. Jadi kami mohon bantu kami untuk segera dipindah ke negara pihak ketiga di mana pun yang mau menerima kita," tandas Ali.



Simak Video "Mendobrak Jalan Buntu Penantian Pengungsi ke Negara Impian"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)