Meninggal di Penanggungan, Ubaya Kehilangan Sosok Penolong-Perhatian

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 24 Jan 2022 11:52 WIB
Gunung Penanggungan di Mojokerto
Gunung Penanggungan (Foto file: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Surabaya -

Duka mendalam menyelimuti keluarga besar civitas akademika Universitas Surabaya (Ubaya). Mahasiswanya bernama Erfando Ilham Nainggolan meninggal dunia saat mendaki Gunung Penanggungan Mojokerto.

Banyak yang kehilangan sosok Erfando. Dalam kesehariannya, Erfando dinilai merupakan pribadi yang baik hati dan perhatian dengan teman-temannya.

"Sosok almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik, suka menolong, perhatian dengan teman-temannya," kata Dekan Fakultas Psikologi Ubaya Dr Evy Tjahjono di Surabaya, Senin (24/1/2022).

Evy mengatakan Erfando juga terkenal sebagai mahasiswa cerdas. Mahasiswa psikologi ini bahkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang mencapai 3,921. Dia mengakui Erfando merupakan mahasiswa yang cerdas dan prestasinya memuaskan.

"Erfando Ilham Nainggolan merupakan mahasiswa yang pandai, memiliki indeks prestasi memuaskan mencapai IPK 3,921," ungkap Evy.

Sementara itu, Rektor Universitas Surabaya, Dr Ir Benny Lianto menyatakan seluruh civitas akademika turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Erfando.

Benny merasa kehilangan salah satu mahasiswa terbaiknya. Pihak kampus pun bertanggung jawab penuh atas pembiayaan sejak dari Rumah Sakit hingga proses pemakaman. Ubaya juga memberikan santunan pada keluarga korban.

Tak hanya itu, Benny menyebut acara ini sudah direncanakan dengan baik. Namun, semua takdir ini di luar kemampuannya.

"Acara ini semua sdh rencanakan dgn baik dan sesuai prosedur, namun kejadian ini sungguh diluar kemampuan kita. Ubaya bertanggung jawab penuh terhadap kejadian ini," ungkap Benny di Surabaya, Senin (24/1/2022).

Benny juga mendoakan mahasiswanya ini mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

"Civitas Akademika Ubaya mengungkapkan duka mendalam kepada keluarga. Erfando Ilham Nainggolan sedang mengikuti pendidikan karakter di Trawas. Namun Tuhan berkehendak lain. Saya parcaya almarhum mendapat tempat di Rumah Bapa," tambahnya.

Sebelumnya, Mahasiswa Fakultas Psikologi Ubaya ini dinyatakan meninggal kemarin (23/1) pukul 01.00 dini hari. Erfando mengikuti kegiatan Mapaus Adventure Training XXXV di Kawasan Perhutani Trawas Mojokerto. Diduga, Erfando meninggal akibat kelelahan.



Simak Video "Jalur Pendakian Kuno di Puncak Gunung Penanggungan Peninggalan Kerajaan Airlangga, Mojokerto"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)