Terungkap Penyebab Sungai Ledeng di Mojokerto Berwarna Merah Darah

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 23 Jan 2022 18:50 WIB
Warna Sungai Ledeng di Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto berubah menjadi merah darah. Menurut warga, fenomena ini terjadi sejak tiga hari yang lalu.
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto telah menuntaskan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel dari Sungai Ledeng. Permukaan sungai tersebut berwarna merah darah karena alga yang berkembang biak sangat pesat.

"Hasil uji laboratorium mengindikasikan kesesuaian kualitas air sungai dengan faktor pemicu blooming alga," kata Asiten I Sekda Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin kepada detikjatim, Minggu (23/1/2022).

Pria yang sebelumnya menjabat Plt Kepala DLH Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, terdapat 2 faktor pemicu alga merah berkembang biak dengan pesat di Sungai Ledeng. Faktor pertama suhu air sungai 33 derajat celcius.

Sedangkan faktor kedua adalah eutrofikasi atau melimpahnya nutrisi bagi alga merah. Salah satunya ditandai dengan kadar fosfat yang melebihi baku mutu air dan kadar oksigen cukup tinggi.

Kadar fosfat di Sungai Ledeng mencapai 1,76 mg/L dengan baku mutu 0,2 mg/L. Kadar oksigen terlarut di sungai ini sebesar 3,24 mg/L dengan baku mutu minimimal 4 mg/L.

"Kadar fosfat ini dapat disebabkan air limbah domestik dari penggunaan deterjen yang mengandung fosfat atau residu dari penggunaan pupuk pertanian," terang Didik.

Kedua faktor di atas, kata Didik, ditunjang kondisi aliran Sungai Ledeng yang disekat olah warga dengan jaring untuk memelihara ikan. Sehingga alga merah yang berkembang biak dengan pesat menumpuk di permukaan sungai dan memunculkan warna merah darah.

"Kemarin kami tinjau lapangan hasilnya sudah tidak ada lagi warna merah, air sungai sudah mengalir dengan normal kembali," tandasnya.

Sebelumnya, fenomena sungai merah darah terjadi di sepanjang aliran Sungai Ledeng, tepatnya di Desa Wunut dan Jumeneng. Menurut warga setempat, fenomena ini baru pertama kali terjadi. Zat merah darah menutupi permukaan sungai sejak Senin (3/1).

Namun, tidak seluruhnya permukaan Sungai Ledeng di dua desa itu berwarna merah darah. Hanya beberapa titik saja yang menjadi merah darah karena aliran airnya tertutup sesuatu.

Antara lain di titik pintu air, di sebelah permukaan sungai yang tertutup kangkung, serta di aliran Sungai Ledeng yang dipasang jaring oleh warga untuk budidaya ikan.

Zat berwarna merah darah yang menutupi permukaan Sungai Ledeng itu berbentuk gel, berminyak, tapi tidak berbau. Sehingga tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Bahkan, Ikan-ikan di sungai tersebut tidak ada yang mati. DLH Kabupaten Mojokerto akhirnya meneliti penyebab fenomena ini dengan mengambil sampel dari Sungai Ledeng pada Jumat (7/1) siang.



Simak Video "Fenomena Air Sungai di Mojokerto Berwarna Merah Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)