Tubuh Mantan Pemain Timnas U-16 yang Sakit Kronis Masih Kaku

Esti Widiyana - detikJatim
Sabtu, 22 Jan 2022 22:13 WIB
Mantan pemain Timnas U-16, Ahmad Faruq Afi (17) sakit kronis dan dirawat di RSUD dr Soewandhie. Saat ini, badannya masih kaku dan belum bisa diluruskan.
Mantan pemain Timnas U-16, Ahmad Faruq Afi/Foto: Istimewa
Surabaya -

Mantan pemain Timnas U-16, Ahmad Faruq Afi (17) sakit kronis dan dirawat di RSUD dr Soewandhie. Saat ini, badannya masih kaku dan belum bisa diluruskan.

"Kita dapatnya kondisinya itu sudah dalam keadaan yang kaku semua. Kaki tangannya kontraktur, tidak bisa diluruskan, tidur juga. Sering tiduran, belakang banyak luka-luka," kata Dirut RSUD dr Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh SpB saat dihubungi detikJatim, Sabtu (22/1/2022).

Billy mengatakan, sakit kronis yang diderita Afi sudah berlangsung lama. Sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar agar bisa kembali pulih.

Kini, lanjut dokter spesialis bedah ini, yang akan diperbaiki terlebih dahulu yakni soal gizi Afi. Karena Afi sudah lama sakit, dan memakai obat alternatif.

"Kami memperbaiki gizinya dulu. Makanannya itu juga kurang bagus. Karena makannya kurang bagus, makan tidak lewat selang. Mereka tidak tahu takarannya orang rumah, akibatnya kekurangan makanan," ujarnya.

Kondisi Afi sudah sedikit membaik. Tetapi perlu waktu dalam proses pengobatan dan penyembuhannya.

"Perbaikan ada (kondisi), tapi masih sedikit, perlu waktu. Karena kejadian sudah lama dan kronis, perbaikan pelan-pelan. Perbaikan masih belum jauh berbeda," pungkasnya.

Sebelumnya, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sukomanunggal, Heri Suprianto, yang mengawal dan melaporkan kondisi Afi, mengapresiasi Pemkot Surabaya. Karena perhatian dan gerak cepat dalam membantu Afi beserta keluarganya.

"Afi ini atlet sepak bola yang sempat tergabung di Timnas U-16. Dia sakit kronis seperti sekarang ini setelah jatuh di dalam rumahnya. Dia sempat dirawat di RS Dr Ramelan Surabaya selama 2 bulan dan didiagnosa ada penyumbatan di otaknya, dan saat akan dilakukan tindakan operasi keluarganya menolak, bahkan dia dibawa pulang dan hanya dirawat sendiri oleh orang tuanya," kata Heri.

Ia juga menjelaskan kronologi Afi sakit kronis. Saat hendak melakukan outreach kepada Kakek Afi yang juga dalam kondisi sakit, ia melihat Afi terbaring di atas kasur. Sehingga dia juga melakukan outreach kepada Afi.

"Setelah itu saya laporkan kepada lurah, camat dan Puskesmas, dan ternyata sampai ke atas, dan hari ini Ibu Wali Kota datang langsung ke sini. Sungguh ini perhatian yang luar biasa. Terima kasih Pak Wali Kota, Ibu Wali Kota dan jajaran Dinkes serta jajaran kecamatan dan kelurahan. Semoga setelah diobati di Soewandhie, Afi bisa segera pulih," pungkasnya.



Simak Video "Update Korban Bus Maut di Tol Mojokerto: 14 Tewas, 19 Luka-luka"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)