FK Unair Kerja Sama dengan Penyedia Layanan Kesehatan soal Bayi Tabung

Esti Widiyana - detikJatim
Sabtu, 22 Jan 2022 14:37 WIB
FK Unair kerja sama dengan PT Bundamedik Tbk soal bayi tabung
FK Unair kerja sama dengan PT Bundamedik Tbk soal bayi tabung
Surabaya -

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya bekerja sama dengan PT Bundamedik Tbk. Kerja sama ini dilakukan di bidang riset terkait bayi tabung.

Diketahui, PT Bundamedik Tbk merupakan penyedia layanan kesehatan yang menaungi banyak institusi kesehatan, salah satunya Morula IVF yang terkenal program bayi tabungnya. Saat ini, sudah ada 6.000 siklus bayi tabung yang tersebar di klinik seluruh Indonesia.

"Dengan data yang cukup banyak ini, ada banyak sekali yang bisa kita kerjakan bersama. Saya yakin FK Unair pun juga memiliki banyak data. Maka akan sangat baik jika bisa kita lakukan kolaborasi," kata Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, Dr dr Ivan Rizal Sini SpOG FRANZCOG GDRM MMIS di FK Unair Surabaya, Sabtu (22/1/2022).

Dokter Ivan menjelaskan, industrinya bergantung pada scientific resources atau sumber daya ilmiah. Hal ini tidak hanya berhenti pada kualitas sumber daya manusianya saja, tetapi luaran produk berupa riset juga.

"Dan ini tidak pernah menurut saya diinisiatifkan oleh grup swasta secara aktif, karena tentu kepentingan swasta lebih ke profit ya. Tapi kita harus tetep ada corenya di mana scientific resources baik itu SDM, dokter dan juga produk riset. Termasuk bagaimana kita pengabdian masuyarakat itu nanti akan menjadi bagian yang tidak lepas dari universitas," jelasnya.

Tawaran kerja sama ini disambut baik Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso SpOG(K). Selama ini, prodi spesialis dan subspesialis mendapatkan data yang terbatas.

Dengan banyaknya data yang dimiliki PT Bundamedik Tbk, kualitas lulusan spesialis 1 dan spesialis 2 di FK Unair diharap bisa semakin baik.

"Kalau selama ini kita punya sampel hanya terbatas, masih banyak memanfaatkan subjek penelitian hewan, maka ini kesempatan yang baik sekali," kata Prof Budi.

Terlebih, kolaborasi menjadi sebuah keniscayaan untuk tidak dilakukan saat ini. Sebagai langkah pembuka, kerja sama ini akan melibatkan Prodi Spesialis dan Subspesialis di Bidang Obstetri dan Ginekologi serta Andrologi. Ke depannya, kerja sama akan diperluas bahkan ke taraf S1.

"Karena institusi bisa berkembang adalah dengan adanya kolaborasi," pungkasnya.



Simak Video "Lewat Bayi Tabung, Pasutri Bisa Pilih Jenis Kelamin Calon Bayi"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/sun)