Kasihan, Bayi 7 Bulan di Jombang Menderita Hydrocephalus

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Jumat, 21 Jan 2022 10:32 WIB
Nasib Arshaka Putra Fidianto tak seberuntung bayi lainnya. Betapa tidak, bayi berusia 7 bulan ini lahir dengan kelainan hidrosefalus.
Arshaka Putra Fidianto digendong ayahnya, Eko Hari Fidianto/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang -

Nasib Arshaka Putra Fidianto tak seberuntung bayi lainnya. Betapa tidak, bayi berusia 7 bulan ini lahir dengan kelainan hydrocephalus.

Arshaka tampak masih lemas dan tidak banyak bergerak selama digendong ibunya, Uun Sulistiowati (24). Tubuh bayi berusia 7 bulan ini kurus dengan kepala yang tampak lebih besar.

Anak semata wayang pasangan Eko Hari Fidianto (32) dan Uun ini didiagnosa menderita hydrocephalus sejak di dalam kandungan usia 6 bulan.

Benar saja, Arshaka lahir dengan kelainan rongga otaknya dipenuhi cairan sehingga kepalanya membesar. Kala itu, Arshaka lahir dengan lingkar kepala 58 cm dan berat badan 3,8 kg.

"Sudah operasi sekitar 5 kali di RSUD Jombang. Saat ini, kondisinya alhamdulillah membaik, kepalanya mengecil," kata Uun kepada wartawan di tempat tinggalnya, Dusun Murangagung, Desa Kebondalem, Bareng, Jombang, Kamis (20/1/2022).

Pasangan Eko dan Uun belum mempunyai rumah sendiri. Sehari-hari, mereka mengasuh Arshaka di rumah ayah Uun, Rohani (65).

Selain operasi terhadap hydrocephalus, ternyata Arshaka pernah menjalani operasi kelainan tulang dada. Saat itu usianya baru 3 hari.

Meski begitu, Arshaka belum benar-benar sembuh. Kedua orang tuanya harus rutin membawanya ke RSUD Jombang untuk kontrol. Ke depan, ia juga harus menjalani operasi hernia.

"Operasi hernia menunggu usia satu tahun dengan bobot 7-10 kg baru ada penanganan," terang Uun.

Selama ini, perawatan Arshaka di RSUD Jombang sudah gratis. Biaya beberapa kali operasi dan rawat jalan ditanggung program pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat miskin (Biakes Maskin).

Kendati demikian, biaya transportasi untuk kontrol ke rumah sakit dan susu untuk Arshaka menjadi beban tersendiri bagi Eko. Pasalnya, penghasilannya dari jualan sayur keliling rata-rata hanya Rp 70 ribu per hari.

Sedangkan harga susu formula untuk Arshaka mencapai Rp 235.000 per 400 gram. Susu tersebut untuk meningkatkan berat badannya.

"Sebulan butuh 5 kaleng susu atau sekitar Rp 2 juta. Biasa jual kambing peliharaan, sekarang tinggal 3 ekor, awalnya 7," pungkas Eko.



Simak Video "Geger Bayi di Manado Dibuang ke Tempat Sampah Pakai Kardus Sepatu"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)