Puluhan Warga Tulungagung Kena Demam Berdarah, Anak Usia 7 Tahun Meninggal

Adhar Muttaqin - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 11:26 WIB
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) naik di Tulungagung. Pada awal Januari 2022 tercatat ada puluhan warga yang terjangkit, satu di antaranya meninggal dunia.
Fogging di Tulungagung/Foto: Adhar Muttaqin/detikcom
Tulungagung -

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) naik di Tulungagung. Pada awal Januari 2022 tercatat ada puluhan warga yang terjangkit, satu di antaranya meninggal dunia.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka mengatakan, hingga 19 Januari 2022, ada 27 pasien DBD yang menjalani perawatan di Puskesmas dan rumah sakit.

Puluhan kasus itu rata-rata tersebar di wilayah perkotaan. Warga yang terjangkit DBD sebagian besar masih usia anak-anak.

"Dari 27 kasus, ada satu yang meninggal dunia, masih anak-anak juga," kata Didik, Rabu (19/1/2022).

Menurutnya, pasien yang meninggal dunia berusia tujuh tahun. Kasus kematian itu kini menjadi perhatian serius dari dinas kesehatan setempat.

Didik menambahkan, untuk memutus mata rantai penularan, pihaknya melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah daerah temuan DBD.

Pengasapan dilakukan setelah tim dinas kesehatan melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi temuan kasus. Jika dalam radius yang ditentukan ditemukan kasus lain serta jentik-jentik nyamuk, maka pengasapan wajib dilakukan.

"Ini untuk pemutusan mata rantai Demam Berdarah Dengue (DBD), karena adanya kasus konfirmasi DBD di sini, kemudian kami kembangkan dengan metode epidemiologi, ternyata di sini diduga ada penularan dengan ditemukannya tiga penderita lain," ujar Didik saat memantau pengasapan di Sobontoro.

Pihaknya berharap peningkatan kasus DBD tersebut juga menjadi perhatian masyarakat Tulungagung. Ia mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dengan gerakan 3M plus, yakni menguras, menutup, mengubur dan menggunakan anti nyamuk.

"Orang tua harus hati-hati atas ancaman demam berdarah di Tulungagung," imbuhnya.

Kasus DBD di Trenggalek Juga Naik

Di Trenggalek, kasus DBD juga mengalami peningkatan. Hingga saat ini tercatat 21 kasus, yang tersebar di merata di 10 Puskesmas.

"Puskesmas Karanganyar 3 pasien, Suruh 1, Pule 1, Baruharjo 1, Karangan 1, Gandusari 2, Pucanganak 4, Munjungan 3, Tugu 5 orang. Totalnya 21 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek, dr Saeroni.

Pihaknya memastikan seluruh pasien yang positif DBD mendapatkan penanganan medis yang memadai. Selain itu, setiap temuan kasus DBD akan ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan epidemiologi.

"Jika ditemukan kasus lain di area temuan itu, maka akan kami lakukan fogging," jelasnya.

Saeroni berharap masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pencegahan agar terjadi kasus baru. "Pencegahan yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk atau PSN," imbuhnya.



Simak Video "Kasus DBD di Tasikmalaya Meningkat, Data Kematian Bertambah"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)