Satpol PP Kota Malang Gencar Razia Jual Beli Daging Anjing

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 21:51 WIB
razia daging anjing
Petugas Satpol PP mendatangi salah satu rumah makan yang berjualan menu daging anjing (Foto: Muhammad Aminudin)
Kota Malang -

Razia jual beli daging anjing di Kota Malang gencar dilakukan Satpol PP. Sejumlah warung yang diduga berjualan dirazia.

Seperti hari ini, petugas Satpol PP mendatangi warung di Jalan Simpang Bondowoso, Kota Malang. Disitu petugas mendapatkan pengakuan pemilik warung bahwa ia memang berjualan makanan berbahan daging anjing.

Satpol PP kemudian memberikan peringatan, dan pemilik warung diminta membuat surat pernyataan untuk tak kembali berjualan daging anjing.

Kabid trantibum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan razia dilakukan pasca terbit Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pengendalian Peredaran dan Perdagangan Daging Anjing, yang ditanda tangani Wali Kota Sutiaji, Senin (17/1/2022).

"Razia kali ini menindaklanjuti SE Wali Kota Malang yang diterbitkan hari Senin kemarin. Terkait larangan penjualan daging anjing di Kota Malang," ujar Rahmat kepada wartawan di sela razia, Rabu (19/1/2022).

Rahmat mengaku titik sasaran razia adalah tempat-tempat yang diduga melakukan aktivitas penyembelihan ataupun penjualan daging anjing.

Langkah ini, lanjut Rahmat, juga berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2014 tentang pangan, sekaligus mengatur bahwa daging anjing bukan masuk kategori pangan untuk dikonsumsi.

"Sekaligus melaksanakan amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, yaitu terkait dengan peternakan dan kesehatan hewan. Bahwasannya untuk penyembelihan anjing, ada penyiksaan. Untuk itu sasaran kami adalah tempat penyembelihan dan penjualan daging anjing," tegasnya.

Rahmat mengaku, ada 10 titik yang diduga berjualan daging anjing di Kota Malang. Namun, dengan razia gencar dilakukan, mereka menyatakan sanggup untuk menghentikan penjualan.

"Seperti pemilik warung di Jalan Simpang Bondowoso ini, sudah membuat pernyataan sanggup tidak menjual lagi. Dan kami awalnya menemukan informasi ada 10 titik dan setelah razia, semua sudah menyatakan tidak akan berjualan lagi," tandas Rahmat.

Menurut Rahmat, pihaknya akan terus memantau tempat-tempat yang disinyalir berjualan daging anjing yang sudah membuat surat pernyataan berhenti. Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk penindakannya.

"Kami saat ini tengah menunggu Perda atau Perwal sebagai payung hukum. Tetapi jika ditemukan pelanggaran di kemudian hari, maka akan dikoordinasikan dengan kepolisian untuk penanganannya," tuturnya.

"Akan tetapi jika perlu diberikan sanksi administratif, berupa pencabutan izin sesuai arahan pimpinan. Maka akan kami berikan dengan berkoodinasi Disperindag dan Koperasi sebagai pihak yang mengawasi dan membina," sambungnya.



Simak Video "Jika Masih Bandel, Penjual Daging Anjing di Pasar Senen Ditutup Permanen!"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)