Pemkot Siapkan Lapangan Tembak-GBT Antisipasi Lonjakan Omicron di Surabaya

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 16:36 WIB
Stok vaksin COVID-19 di Surabaya untuk masyarakat umum lagi habis. Saat ini pemkot hanya memiliki 3.000 dosis vaksin untuk instansi.
Wali Kota Eri Cahyadi (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Pemerintah pusat memprediksi puncak kasus COVID-19 yang dipicu varian Omicron terjadi Februari 2022. Mengantisipasi hal ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan RS Lapangan Tembak, Gelora Bung Tomo (GBT) untuk tempat isolasi.

Eri mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan RS di Surabaya tetap menyediakan ruang isolasi COVID-19.

"Kita tetap RS Lapangan Tembak (RSLT), GBT tetap kita siapkan, stand by. Tapi kami berharap tidak ada," kata Eri kepada detikJatim, Rabu (19/1/2022).

Eri menambahkan Hotel Asrama Haji (HAH) juga tengah stand by jika ada lonjakan. Seluruh sarana ini siap digunakan untuk tempat isolasi pasien COVID-19. Eri menyebut baik RSLT dan RSLI bisa menampung pasien.

Sebelumnya, Kadinkes Surabaya Nanik Sukristina mengatakan empat warga positif COVID-19 varian omicron. Mereka masih satu keluarga. Dua di antaranya masih balita.

Dinkes Surabaya juga sudah melakukan testing ke kontak erat dan di lingkungan sekitar. Hasilnya dinyatakan negatif COVID-19.

"Kontak erat sudah dicek semuanya negatif. Sekitar 30 orang kita tes hasilnya negatif semua," jelasnya.

Sedangkan untuk dua kasus Omicron sebelumnya, Nanik menyebut sudah dinyatakan negatif sejak 13 Januari 2022.



Simak Video "WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Usai: Kasus Naik di 50 Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/fat)