Kekerasan Seksual di Kampus UINSA Surabaya yang Viral Ditelusuri

Hilda Meilisa - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 14:49 WIB
Pelecehan Seksual
Foto: iStock
Surabaya -

Aksi dugaan kekerasan seksual di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sempat viral dan menghebohkan media sosial hingga aplikasi perpesanan. Pihak kampus mengatakan tengah menelusuri hal ini.

Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof. Masdar Hilmy menyebut pihaknya memiliki kode etik, baik untuk mahasiswa hingga dosen. Namun, pihaknya belum menerima laporan soal kasus ini.

"Kebijakan kita sudah ada kode etik mahasiswa, kode etik dosen, cuma kan kita nggak bisa menindak, yang dilanggar siapa itu. Saya nggak pernah menerima laporan," kata Masdar kepada detikJatim, Rabu (19/1/2022).

Untuk itu, Masdar telah memerintahkan Wakil Rektor III untuk menelusuri adanya kasus dugaan kekerasan seksual ini. Pihak kampus tak ingin ceroboh dan gegabah dalam menanggapi isu yang tengah viral.

"Untuk sementara saya perintahkah Warek III untuk menyelidiki dulu kebenaran info ini. Saya nggak mau gegabah, jangan-jangan cuma memancing. Kita ingin baik-baik, hati-hati, tidak ceroboh dengan isu yang beredar," imbuhnya.

Sementara jika sudah mengantongi nama-nama pelaku, Masdar menyebut akan menindak hal ini sesuai dengan kode etik yang ada. "Kalau ada laporan masuk ke saya pasti akan kita tindaklanjuti," tegasnya.

"Laporan aja belum tahu, belum ada, dimana-mana sudah diviralkan. Kita itu mau menindak siapa nggak jelas, nggak tegas. Kami nggak mau gegabah," pungkas Masdar.

Sebelumnya, dari kabar yang beredar, ada total sembilan mahasiswi yang diduga menjadi korban. Mahasiswi tersebut ada yang dicabuli hingga diperkosa.

Sembilan korban ini disebut mendapat perlakuan tidak senonoh selama rentang waktu tiga tahun terakhir. Dari pengakuan sembilan korban, total ada 17 aksi dugaan kekerasan seksual yang terjadi.

Aksi dugaan pelecehan seksual ini dilakukan pelaku yang sama dengan korban yang berbeda, maupun sebaliknya.

Salah satu yang mencuat yakni kasus mahasiswa berinisial S. Mahasiswa S diduga menjadi salah satu pelaku pelecahan seksual di UINSA. S merupakan salah seorang aktivis di organisasi yang cukup besar di kampus Islam tersebut.



Simak Video "Mau Lapor Pelecehan Seksual, Wanita di Boyolali Diduga Dilecehkan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)