Tinggalkan HP Sejenak dan Main Board Game Bareng Komunitas Werewolf

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 10:13 WIB
Board Game di surabaya
Komunitas Werewolf Jatim (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Kebanyakan anak muda suka nongkrong sembari sibuk berkutat dengan HP, ketimbang berinteraksi dengan temannya. Hal ini yang mendasari Bayu Jagat (29) mendirikan Komunitas Werewolf Jawa Timur.

Komunitas ini mengajak anak-anak muda bermain board game saat nongkrong. Agar mereka tak terlalu fokus pada game atau medsos. Namun, bisa berinteraksi sesama teman.

"Kami memiliki koleksi board game yang beragam. Dari kategori strategy game, family game, dan party game," kata Jagat kepada wartawan di Qube Cafe, Karah, Surabaya, Rabu (19/1/2022).

Komunitas yang terbentuk sejak tahun 2016 ini berasal dari game Werewolf di Telegram. Mereka rutin bertemu setiap dua pekan sekali. Kini, anggotanya sudah mencapai 100 orang se-Jatim.

Selain beranggotakan kawula muda, anggota komunitas Werewolf Jatim juga ada yang sudah bapak-bapak. Bahkan, mereka sering mengajak anaknya untuk datang dan bermain bersama.

Pada setiap pertemuan, permainan yang dimainkan berbeda-beda. Untuk pekan ini, mereka bermain game Saboteur. Permainan ini bisa dimainkan oleh newbie atau mereka yang baru belajar game ini, karena tidak sulit. Setelah itu baru lanjut ke jenis game lainnya.

"Pemain yang jadi penambang Saboteur, harus menahan pemain lain supaya tidak mendapatkan emas. Permainan-permainan sejenis ini yang membuat waktu nongkrong lebih bermakna. Karena ada interaksi," ujarnya.

Board Game di surabayaBoard Game di Surabaya/ Foto: Esti Widiyana

Tak hanya sekadar nongkrong dan bermain saja, Werewolf Jatim juga sempat memenangkan best community dari salah satu website Indonesia. Saat itu, pihaknya serius mengikuti event dan kompetisi.

"Kemudian, tak disangka kami memenangkan penghargaan tersebut," katanya.

Tidak hanya memainkan board game. Komunitas Werewolf Jatim juga membuat board game yang bisa dimainkan. Game itu diberi nama Rengasdengklok.

"Main game-nya mirip seperti Werewolf. Jadi ada orang jahat dan orang baik. Nah, orang baik berupaya supaya Indonesia menang. Tapi dihalangi sama orang jahat," jelasnya.

Board game ini dijual secara online di marketplace. Harga yang dipatok yakni Rp178.000. Tak disangka permainan ini banyak yang tertarik dan langsung ludes saat dihadirkan di salah satu event.

Sayangnya, kini Werewolf Jatim tidak lagi membuat board game handmade tersebut. Karena dirasa cukup susah sebab mereka membuatnya sendiri.

Salah satu newbie anggota, Ade Resti Ramadhani (23) mengaku mengetahui komunitas ini dari teman yang datang bersamanya.

"Kupikir bakal main monopoli gitu. Ternyata lebih seru. Ada interaksi sama teman-teman. Nggak cuma sekedar main HP dan nanya kabar," pungkasnya.



Simak Video "Dots Board Game, Cafe dengan 300 Permainan"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)