2 Pekan, Jumlah Kasus DBD di Mojokerto 70 Pasien-1 Anak Meninggal

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 07:18 WIB
Kasus DBD di Mojokerto 70 Penderita dalam 2 Pekan, 1 Anak Meninggal
Fogging di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Dalam dua pekan Januari 2022, kasus DBD di Kabupaten Mojokerto mencapai 70 penderita. Jumlah penderita DBD awal tahun ini melebihi total kasus sepanjang 2021. Tercatat 1 anak usia 6 tahun meninggal dunia akibat virus dengue.

Kepala Puskesmas Jetis dr Kusuma Wardani atau Dani mengatakan pasien yang meninggal dunia adalah anak laki-laki usia 6 tahun warga Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Mojokerto. Korban dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Mojokerto dalam kondisi lemas, panas 39-40 derajat celcius dan sakit perut pada 2 Januari 2022.

Hari itu juga, bocah berusia 6 tahun itu meninggal dunia di IGD rumah sakit tersebut. Menurut dr Dani, korban tidak mengalami pendarahan maupun bintik-bintik merah pada kulitnya. Hanya saja, hasil pemeriksaan darah korban menunjukkan trombositnya jauh dari kondisi normal 150.000 per mikroliter darah. Yaitu hanya 40.000 keping per mikroliter darah.

"Diagnosanya suspek dengue shock syndrome (DSS). Dilihat dari trombosit segitu sudah pasti DBD, kalau mengarah ke DSS yang belum pasti. Karena DSS harus tahu antibodinya, IGG-nya. Saya mau ke rumah sakit untuk melihat visumnya, tapi belum sempat. Saya simpulkan DBD dengan dehidrasi berat karena keterangan keluarganya sehari sebelumnya sudah tidak mau makan," kata dr Dani kepada detikcom, Rabu (19/1/2022).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan menjelaskan, bocah berusia 6 tahun asal Desa Parengan, Jetis meninggal dunia bukan karena DBD.

"Kasus Parengan hasil investigasi kami lebih ke arah sepsis, bukan DBD. Sepsis itu bisa karena bakteri, bisa karena virus atau yang lain yang mengakibatkan infeksi menyeluruh di tubuh," terangnya.

Dr Ulum mengamini terjadi lonjakan signifikan kasus DBD di Kabupaten Mojokerto awal 2022. Hanya dalam dua pekan Januari, tercatat 70 kasus DBD di wilayahnya. Berdasarkan sebarannya, kasus DBD tertinggi di Kecamatan Sooko, Puri dan Jetis masing-masing 9 penderita.

Disusul Bangsal 7, Trowulan 6, Mojosari 5, Kemlagi dan Kutorejo masing-masing 4, Mojoanyar, Dlanggu dan Jatirejo masing-masing 3, Pungging dan Pacet masing-masing 2, serta Gedeg, Dawarblandong, Ngoro, Gondang masing-masing 1 penderita.

"Memang kami daerah endemik, fokus kami sebelumnya COVID-19 meskipun kami juga waspada DBD, hujannya lumayan membuat genangan, mobilitas juga mulai berjalan sehingga nyamuk juga ikut bermobilitas," jelasnya.

Kasus DBD di Bumi Majapahit awal tahun ini sudah menyalip total kasus sepanjang 2021. Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat sepanjang tahun lalu hanya ditemukan 65 penderita penyakit akibat virus dengue tersebut.

Lonjakan kasus DBD yang signifikan awal 2022 ini, kata dr Ulum, membuat Pemkab Mojokerto meningkatkan kewaspadaan. Berbagai upaya pencegahan dilakukan. Mulai dari pemberantasan sarang nyamuk (PSN) aedes aegypti, fogging, hingga edukasi masyarakat terkait perlindungan diri dan deteksi dini DBD untuk penanganan dini.

"Untuk deteksi dini DBD, masyarakat kami imbau paling gampang datang ke puskesmas terdekat. Kalau panas diperiksa laboratorium secepat mungkin, pemeriksaan darah lengkap. Rawat inap bisa di puskesmas rawat inap dan rumah sakit terdekat," cetusnya.

Terkait pengasapan (fogging), menurut dr Ulum sebatas untuk membasmi nyamuk-nyamuk dewasa. Fogging digelar saat di suatu wilayah ditemukan kasus positif DBD. Saat ini, pihaknya mendata desa dan puskesmas yang mempunyai peralatan foging sendiri agar tidak berjalan serampangan.

"Untuk nantinya kami beri bekal agar tidak fogging sembarangan, bagaimana pun itu tetap racun pembunuh serangga sifatnya ireversibel masuk ke pernafasan kemudian masuk sistem darah kita sehingga ada residu di dalam darah kita. Tidak memicu kematian, tapi otomatis mengakibatkan morfologi darah kita berubah terutama dalam konteks pengikatan dengan hemoglobin," tandasnya.



Simak Video "Fogging Bisa Memberantas Nyamuk Penyebab DBD? Ini Kata Ahli"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)