Keren! Petani Pasuruan Ini Ciptakan Alat Tanam Padi dari Mesin Potong Rumput

Muhajir Arifin - detikJatim
Senin, 17 Jan 2022 05:57 WIB
alat tanam padi dari mesin potong rumput
Alat tanam padi dari mesin potong rumput buatan petani Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Muhammad Zainul Alim (34), petani asal Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan berhasil menciptakan alat tanam padi dari mesin pemotong rumput. Alat tersebut ia klaim lebih efisien.

"Dengan alat ini, satu hektare sawah hanya butuh empat liter bahan bakar. Selain itu juga bisa lebih cepat," kata Zainul kepada detikcom, Senin (17/1/2022).

Zainul mengatakan ide membuat alat tanam padi itu muncul sejak 2015. Saat itu membeli mesin tanam pabrikan karena merasa susah mencari buruh tani.

Namun, mesin pabrikan yang ia beli menurutnya tak cocok digunakan di lahan wilayah Pasuruan sebab bobotnya terlalu berat. Selain itu, jika ada kerusakan ia harus merogoh kocek dalam untuk perbaikan.

Ia mulai mempelajari cara kerja mesin tanam padi pabrikan. Pelan-pelan ia melakukan percobaan dan puluhan kali gagal. Hingga 20 kali mencoba, akhirnya ia berhasil membuat alat tanam padi dari mesin potong rumput.

"Terus terang saya habis biaya banyak. Saya 20 kali mencoba selama tiga tahun sampai bisa sesuai harapan. Dan pada pada 2021 kemarin bisa digunakan dengan baik," jelas Zainul.

Selama masa percobaan, Zainul menguji alat tanam padi buatannya di sawah warga sekitar. "Uji coba saya lakukan sawah warga, kalau ditotal hingga 15 hektare sawah," jelasnya.

alat tanam padi dari mesin potong rumputFoto: Muhajir Arifin

Selain bisa dioperasikan dengan baik, Zainul menyatakan alat tanam padi buatannya lebih ringan dan bisa digunakan untuk semua medan persawahan. Harganya juga lebih terjangkau.

"Alat ini sangat ringan, sehingga bisa buat di segala medan. Beratnya 30 kilogram, sedangkan mesin pabrikan yang saya beli beratnya 300 kilogram," ungkapnya.

Alat tanam padi karya Zainul sudah mendapat pengakuan dan menjuarai Festival Inovasi Tekhnologi Pertanian yang digelar Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kedepan Zainal ingin membuat dalam jumlah banyak dan memasarkannya.

"Saat ini sudah ada 10 mesin dan sudah banyak pesanan. Pesanan juga banyak dari luar kota," terangnya.

Saat ini ia menjual alat tanam padi itu Rp 20 juta per unit. Harga itu jauh dibanding mesin pabrikan Rp 60 juta per unit.

"Kalau saya bisa produksi alat ini dalam jumlah banyak, harganya bisa lebih rendah," pungkasnya.



Simak Video "40 Petani di Mukomuko Ditangkap Usai Panen Sawit di Lahan Sengketa!"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)