Salut, Siswa SMPN 1 Lamongan Ukir Prestasi di Ajang Internasional Timur Tengah

Eko Sudjarwo - detikJatim
Minggu, 16 Jan 2022 12:05 WIB
SMPN 1 Lamongan Raih Perunggu di Ajang Internasional Timur Tengah
Siswa SMPN 1 Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Tak berhenti mengukir prestasi. Itulah yang dilakukan pelajar Lamongan ini. Salah seorang siswa SMPN 1 Lamongan berhasil mengukir prestasi di ajang internasional, yaitu kejuaraan International Junior Science Olympiad (IJSO) 2021 di Uni Emirat Arab (UEA).

Adalah Hisyam Najamuddin, siswa SMP Negeri 1 Lamongan yang baru-baru ini berhasil mengukir prestasi di ajang internasional Uni Emirat Arab. Hisyam merupakan salah satu peserta dari Indonesia yang berhasil meraih medali perunggu dalam kejuaraan International Junior Science Olympiad (IJSO) 2021 yang diikuti oleh 64 negara.

"Hisyam merupakan salah satu peserta wakil Indonesia. Ketika itu, wakil Indonesia ada 6 siswa dan Hisyam Najamuddin dari SMP Negeri 1 Lamongan adalah salah satunya," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Lamongan, Khoirul Anam kepada wartawan, Minggu (16/1/2022).

Anam menuturkan, haru dan bangga dirasakan hampir semua keluarga besar SMPN 1 Lamongan. Pasalnya, penghargaan itu telah didambakan selama 8 tahun oleh keluarga besar SMP Negeri 1 Lamongan dan baru di tangan Hisyam penghargaan tersebut terbukti.

"8 Tahun lebih prestasi ini kita tunggu-tunggu dan di penghujung 2021, Allah memperkenankan IJSO singgah di SMP Negeri 1 Lamongan," ungkap Anam sambil menangis haru karena kebahagiaan.

Sebelum menguji kemampuan di ajang bergengsi di UAE itu, terang Anam, Hisyam terlebih dulu di training selama 3 bulan di Bandung. Dan saat trainig ini Hisyam tidak bertemu orang tua serta guru-gurunya. Menurut Anam, banyak tahapan yang harus dilalui Hisyam hingga akhirnya ia terpilih mewakili Indonesia di ajang IJSO.

"Anak didik SMP Negeri 1 Lamongan ini telah membuktikan kemampuannya pada mata pelajaran sains yakni, Fisika, Kimia, Biologi dan Matematika. Dan perjuangan selama itu juga demi mewakili Indonesia," ungkap Anam

Beberapa tahapan yang harus dilalui Hisyam tersebut, lanjut Anam, di antaranya tahap awal berupa seleksi siswa, meliputi sekolah, tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional dan Internasional. Di tingkat nasional ini, aku Anam, di seleksi yang terbaik yang berlanjut siswa di karantina selama 3 bulan melalui seleksi jalur Olimpiade Sains Nasional (OSN). Pada tahap kedua pelaksanaan pembinaan, imbuh Anam, adalah melatih keberanian, dan pengumpulan data yang terdiri dari penguasaan materi dengan tes harian dan tes simulasi.

"Sedang evaluasi kesiapan simulasi diberikan secara internal oleh tim pembina dan tim independen yang kompeten dan berpengalaman. Alhamdulillah kini membawa nama harum Indonesia, Lamongan dan SMP Negeri 1 Lamongan," papar Anam menyebut sederet tahapan yang harus ditempuh Hisyam.

Sementara keberhasilan Hisyam ini, jelas Anam, tak lepas dari peran semua dewan guru, karyawan dan para orang tua. Hisyam, tandas Anam, telah membuktikan kemampuannya 'bertarung' dengan 394 peserta dari 64 negara dengan berhasil membawa pulang medali perunggu.



Simak Video "Jusuf Kalla Raih Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)