Berburu Momen Laju Kereta Api Bersama Railfans Surabaya

Hilda Meilisa - detikJatim
Jumat, 14 Jan 2022 09:26 WIB
railfans surabaya
Railfans Sahabat Kereta Daop 8 Surabaya (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Deru laju kereta api terdengar kian mendekat. Sejumlah pemuda bersiap dengan ponsel hingga kamera di tangannya. Mereka hendak mengabadikan momentum melintasnya kereta api favorit.

Para pemuda tersebut merupakan railfans, sebutan bagi seseorang yang menggemari atau mencintai kereta api. Para railfans biasanya memiliki hobi hunting atau mengabadikan kereta.

Di Surabaya, ada komunitas yang mewadahi para pecinta kereta api. Komunitas ini bertajuk Railfans Sahabat Kereta Daop 8 Surabaya. Komunitas ini diikuti hampir 250 pemuda pecinta kereta api di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Malang, hingga Blitar.

Ketua Railfans Sahabat Kereta Daop 8 Surabaya, Yan Ardiansyah mengatakan setiap railfans memiliki kereta, lokomotif hingga spot favorit untuk hunting. Yan mencontohkan dirinya gemar hunting kereta dengan nomor lokomotif yang sesuai tanggal lahirnya.

railfans surabayaSalah satu kegiatan Railfans Surabaya, galang dana untuk pengungsi Semeru (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

"Kita hunting itu dari sarana atau lokomotif favorit. Kalau di lokomotif ada nomor keretanya kan misal CC berapa. Nah aku samakan dengan tanggal lahir. Tanggal lahirku kan 16 bulan April, yang cocok kan 20416. Kalau ada lokomotif itu ke arah sini, pasti aku wajib hunting sampai wajib cari spot yang ibaratnya spesial lah," kata Yan kepada detikcom di Surabaya.

Tak hanya kereta favorit, para railfans ini kerap hunting kereta khusus. Biasanya video atau foto hasil hunting akan ditampilkan di sosial media. Bahagia pun terukir saat hasil hunting ini mendapat respons positif dari masyarakat.

"Atau misalnya hunting kereta khusus, kereta luar biasa yang jalannya nggak reguler. Atau kereta yang melaju saat uji coba, terus kereta presiden. Menarik sih ngejar momen itu, sama temen-temen kayak berpacu gitu dapat apa nggak," tambahnya.

Sedangkan spot hunting favorit, Yan mengaku banyak railfans yang suka hunting di seputar Malang atau Blitar. Di sini, banyak jalur dengan pemandangan menakjubkan.

"Kalau banyakan railfans di Daop 8 sukanya di Malang sampai Blitar. Karena spotnya segar-segar kalau aku, spotnya menarik lah karena ada terowongan, jembatan, ada gunung-gunung," imbuh Yan.

Selain hunting, komunitas ini juga pernah menelusuri jalur kereta api yang sudah tidak digunakan.

"Menelusuri track yang sudah mati pernah ke Malang arah Kepanjen. Cuma semakin ke sini agak dikurangi karena ngeri orang-orang mikirnya kita mau menggusur. Jadi agak traumatik kalau mau bikin napak tilas. Dulu mau bikin ke arah Indro juga. Dulu di daerah Joyoboyo itu ada bekas stasiun, kalau kita di situ, kita dikira mau menggusur," kisahnya

Bergabung di komunitas membuat Yan mendapat banyak ilmu baru. Dia mengatakan komunitas yang ia geluti banyak menciptakan pengalaman dan teman baru.

"Sukanya banyak. Selain hunting kita juga ada posko di stasiun, terus bikin sosialisasi keselamatan, kita seenggaknya ada jiwa kemanusiaannya bantu memberi informasi, mengarahkan penumpang jangan sampai salah naik. Menurutku kalau di luar railfans belum ada kegiatan seperti ini. Pengalaman ini yang nggak didapatkan di kuliah, aku dapatkan di railfans itu," paparnya.

Bahkan, Yan beberapa kali mencoba menaiki kereta yang belum dilaunching. Dia juga sempat diundang di peresmian kereta baru. Misalnya saja saat peresmian lokomotif vintage di Palembang.

"Pernah diajak naik kereta yang belum launching, diundang peresmian. Pernah diundang untuk peresmian lokomotif vintage di Palembang bulan September," ungkapnya.

Selain mendatangkan kesenangan, hobi ini juga bisa menghasilkan sebuah mahakarya. Yan mengaku kini tengah menuntaskan proyek bukunya soal jalur aktif di Jawa.

"Kebetulan dari awal tahun 2021 aku dan teman bikin proyek buku, jadi temanya hunting jalur aktif di Jawa. Tapi sambil jalan dikembangkan jadi buku dokumentasi jalur aktif, sampai sekarang masih fokus ke itu," imbuhnya.

Tak hanya itu, hobi ini juga bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Sebelum pandemi COVID-19, Yan mengaku komunitasnya sering menggelar kegiatan tur edukasi atau Edu Train.

"Dari hobi bisa mencari pemasukan. Misalnya bikin tur edukasi, Edu train terus aku jual tiket ke anak-anak TK Paud. Kalau sebelum pandemi bikin event yang berhubungan dengan kereta api untuk edukasi. Sambil naik kereta, kita kasih edukasi. Cuma karena pandemi kita belum gerak lagi," tambah Yan.

Yan mengisahkan kecintaannya pada kereta ini dimulai sejak kecil. Kediamannya yang tidak jauh dari Stasiun Gubeng, membuatnya sering diajak orang tuanya untuk menilik kereta.

"Kayak kebanyakan orang yang suka kereta, pasti sejak kecil. Rumahku sekitar 500 meter dari stasiun Gubeng. Aku inget banget pas kecil kalau nggak mau makan disuapin di sana. Akhirnya kalau sambil lihat kereta itu pasti mau makan he he," jelas Yan.

Namun, sekitar tahun 2009 hingga 2010 saat duduk di bangku SMP, Yan mulai menggali informasi melalui sosial media. Di sana, dia menemukan wadah bergabungnya para railfans.

Kini, Yan menyebut informasi untuk bergabung di komunitas railfans semakin terbuka. Dia berharap komunitas ini semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat.



Simak Video "Aturan Kereta Api Terbaru, Kapasitas Penumpang 100 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)