Wisata Bukit Pengusen yang ada di Desa Golanggongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati menjadi pilihan favorit untuk berekreasi. Di balik itu ternyata Bukit Pengusen merupakan tempat pelarian tentara Belanda yang mengungsi di bukit wilayah Lereng Muria ini.
Sejuknya udara Pegunungan Muria dan panorama matahari terbit yang memikat, ternyata Bukit Pengusen menyimpan sejarah yang tidak biasa. Nama 'Pengusen' sendiri sejatinya berawal dari kata pengungsian. Julukan ini melekat sejak zaman pendudukan kolonial.
Bukit ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Pati. Terutama saat akhir pekan, banyak wisatawan yang memilih liburan kamping di atas bukit ini.
Ketua Pokdarwis Desa Golanggongge, Arif Budi Prasetyo, mengatakan bukit ini dulunya merupakan tempat pengungsian tentara Belanda. Bala tentara ini melarikan diri ke bukit ini setelah invasi tentara Jepang masuk ke Tanah Air.
"Itu dulu bukan langsung pengusen, tapi berawal dari kata pengungsian, awalnya itu pengungsen, untuk memudahkan disebutkan dinamakan pengusen, itu sebenarnya dulu tempat pengungsian dari tentara Belanda waktu penjajahan," kata Arif kepada detikJateng ditemui di lokasi, Sabtu (8/8/2026).
Dari kata pengungsian itu lalu dikenal warga sebagai Bukit Pengusen. Nama Pengusen pun mempermudah penyebutan lokasi oleh warga setempat.
"Yang mengungsi di sini itu tentara Belanda yang melarikan diri ketika tentara Jepang datang ke sini. Dulu ada beberapa bangunan rumah, tetapi sekarang sudah rusak. Dulu katanya dihancurin," jelas dia.
Arif mengatakan dari bekas tempat pengungsian, bukit ini mulai disulap menjadi kawasan wisata sejak 2018 silam. Kawasan yang terletak pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini menjelma menjadi salah satu destinasi kamping favorit di Pati.
"Merupakan wisata keunggulan di bidang kamping karena pemandangannya yang luar biasa bagus. Menawarkan langsung sunrise saat pagi hari terus kita punya fasilitas kamping untuk para wisatawan," kata Arif.
Meskipun akses menuju lokasi terbilang cukup ekstrem dan menantang, rasa lelah wisatawan langsung terbayar saat menginjak di atas Bukit Pengusen. Udara sejuk khas pegunungan dipadukan dengan lanskap alam yang membentang luas menjadi bukit ini ideal untuk melarikan diri sejenak dari pesatnya rutinitas di perkotaan.
"Bukit Pengusen ini berdiri sejak tahun 2018. Spot kamping terbaik di Pati dengan ketinggian 700 dpl udara sejuk dan begitu ekstrem saat dijangkau," jelas dia.
Dia bilang guna untuk menunjang kenyamanan berkamping, pengelola telah menyediakan beragam sarana pendukung. Seperti tempat parkir, musala, kamar mandi, penerangan, hingga kafe untuk bersantai.
"Fasilitas tenda, fasilitas ada kafe tempat parkir, musala, kamar mandi hingga penerangan juga sudah tersedia," jelasnya.
Bukit Pengusen ini selalu ramai saat akhir pekan. Para wisatawan berasal dari Pati hingga luar daerah.
Sebagai informasi, harga sewa tenda kamping kisaran Rp 60 ribu. Adapun untuk yang membawa tenda sendiri dikenakan biasa sewa tempat seharga Rp 20 ribu per tenda.
"Jadi setiap akhir pekan masih ada 20 menginap di sini. Kapasitas seluruh sampai 80 tenda. Satu tenda bisa 4 sampai 6 orang," tutur dia.
Baca juga: Candi Mendut Magelang Ditutup Setahun |
Salah satu wisatawan, Norman Kusuma datang dari Pati Kota bersama rombongan untuk camping. Dia mengaku memilih lokasi ini karena tempatnya sejuk dan indah.
"Bisa melihat pemandangan Pati dari bukit ini, sejuk adem dari Lereng Muria, Bukit Pengusen," kata Norman ditemui di lokasi.
Simak Video "Video Cak Imin Usul Buat Hotline Khusus Buntut Kekerasan Seksual di Ponpes Pati"
(ams/apu)