Menikmati Mural dan Senja di Tambaklorok Semarang

Menikmati Mural dan Senja di Tambaklorok Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Minggu, 19 Jul 2026 09:13 WIB
Pemandangan tanggul laut yang bersolek mural dan lokasi memburu senja di Kampung Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (18/7/2026)
Pemandangan tanggul laut yang bersolek mural dan lokasi memburu senja di Kampung Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (18/7/2026) Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Tanggul laut di sepanjang Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, kini bersolek. Kawasan yang kerap jadi tempat berburu senja itu kini berhias mural.

Pantauan detikJateng di ujung Tambaklorok pada Sabtu (18/7) pukul 16.30 WIB, tanggul setinggi sekitar 3 Kilometer itu tampak dipenuhi mural bernuansa bahari. detikJateng sempat berkunjung ke lokasi tersebut pada Maret 2026, tetapi tembok tersebut masih bercat putih.

Di balik tanggul tersebut, tampak bejibun orang tengah menghadap ke timur dan selatan. Mereka tengah menikmati suasana matahari tenggelam. Saat itu rona langit bertabur jingga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di depan mural, tampak bermacam tanaman bunga menambah keasrian lingkungan Tambaklorok. Seorang wanita tengah menyirami tanaman kembang-kembang itu menggunakan selang.

ADVERTISEMENT

Dia adalah Firma, istri dari Ketua RT 1/ RW 15 Tambaklorok. Saban hari dirinya menyirami bunga yang berjejer di depan tanggul laut.

"Tiap hari disiram, ditengok kalau ada yang rusak nanti jadi dibetulin," ungkap Firma saat ditemui di lokasi.

Tanaman itu ada sejak sebulan lalu. Begitu pula dengan mural di tanggul laut.

"Ini baru satu bulan lebih," sebutnya.

Pada awalnya pembuatan mural itu untuk keperluan lomba. Warga kemudian melanjutkannya karena kesan asri semakin kuat. Terlebih RT itu menjadi pemandangan awal jika ada yang berkunjung ke tanggul laut.

"Awalnya kalau nggak dilukis, ya, jelek, ya. Soalnya kan pas di RT 1 ini langsung pintu masuk. Kalau nggak dicat kan kelihatan jelek kayak gitu. Terus ternyata pas digambar, terus semua," tuturnya.

Pemandangan tanggul laut yang bersolek mural dan lokasi memburu senja di Kampung Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (18/7/2026)Pemandangan tanggul laut yang bersolek mural dan lokasi memburu senja di Kampung Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (18/7/2026) Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

Penanaman bunga itu berlangsung selama dua bulan. Sementara pembuatan mural memakan waktu selama kurang lebih satu bulan dan masih butuh sentuhan akhir.

"Kalau kalau ngecatnya itu sudah 1 bulan lebih. Ini sudah selesai ngecatnya. Tinggal finishing," kata Firma.

Firma menyebut gambar-gambar di tanggul laut itu mengangkat kearifan lokal, yakni terkait laut. Dia mengatakan tidak ada filosofi tersendiri dalam mural-mural tersebut.

"Ini gambarnya kearifan lokal. Nggak ada filosofinya, gambar saja," ungkapnya.

Mural Jadi Daya Tarik Pengunjung Menikmati Senja

Firma mengatakan sudah sebulan banyak orang berdatangan ke wilayahnya untuk berburu senja. Dia mengatakan, mereka datang sejak adanya mural tersebut.

"Sejak ada mural-mural (pengunjung berdatangan). Hampir setiap sore habis eh pulang kerja pada mampir ke sini. Ada yang acara makan-makan," sebutnya.

Biasanya pengunjung lebih dulu berswafoto di mural yang bertuliskan 'Kampung Bahari Tambak Lorok'. Sisanya mereka berburu senja.

"Kalau foto-foto dia ambilnya di sana ada tulisannya 'Tambak Lorok'. Habis itu ke laut," sebutnya.

Pemandangan tanggul laut yang bersolek mural dan lokasi memburu senja di Kampung Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (18/7/2026)Pemandangan tanggul laut yang bersolek mural dan lokasi memburu senja di Kampung Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (18/7/2026) Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

Sementara itu warga sekitar, Pariyani (61) menyebut banyak pengunjung berdatangan jika tidak hujan.

"Ramai, banyak laki-laki perempuan ke sini kalau nggak hujan. Cari udara bebas, enak, alam bagus, ada pemandangan, ada matahari," kata Pariyani.

Pariyani menyebut panjang tanggul laut di wilayahnya sekitar 1 Kilometer. Puncak keramaian pengunjung biasanya berlangsung pada akhir pekan.

"Panjangnya sana-sini hampir 1 Kilometer. ini kan buat menanggulangi air pasang agar tidak masuk ke rumah, kalau nggak dipasang ini hancur semua. Tambah ramai tiap hari, kalau hari Sabtu sampai Minggu," sebutnya.

Sementara itu pengunjung Tambaklorok, Tegar, menerangkan dirinya paham lokasi memburu senja itu dari media sosial. Terlebih dirinya juga tengah menjalankan KKN sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) di kampung tersebut.

"Saat ini saya lagi KKN di Kelurahan Tanjung Mas. Kalau eh akhir-akhir ini (tahu adanya lokasi memburu senja di Tambak Lorok) mungkin karena sering FYP di TikTok sama grup pemancing," sebutnya.

Menurutnya, menikmati senja di tanggul laut Tambaklorok sudah tepat. Sebab lokasinya mendukung.

"Kalau menurut saya memang dari segi posisi sama lokasi mendukung, ya, untuk kegiatannya," ungkapnya.

Tegar mengaku telah lima kali berkunjung ke lokasi tersebut dalam dua tahun terakhir. Baginya, puncak keramaian pengunjung berlangsung sejak adanya mural.

"Iya, mungkin bisa dibilang begitu. Cuman enggak hanya mural aja, Mas. Di sini kan juga ada pembenahan-pembenahan yang lain. Semisal tadi Mas lewat depan ada tumbuhan-tumbuhan," sebutnya

"Dan itu mungkin kan bisa jadi daya tarik juga. Kalau di sini memang daya tariknya itu pesisir sama sunsetnya karena ya cocok juga di sana ada Tanjung Mas dan lebih estetik aja, sih," imbuhnya.



(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads