Festival Lima Gunung (FLG) XXV/2026 akan digelar selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026, di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Perhelatan seni tahunan yang diinisiasi Komunitas Lima Gunung tersebut akan menampilkan 85 grup kesenian dengan melibatkan sedikitnya 1.274 seniman dari berbagai daerah.
Festival Lima Gunung merupakan agenda rutin yang digagas Komunitas Lima Gunung, komunitas seniman petani yang berasal dari kawasan lima gunung yang mengelilingi Kabupaten Magelang, yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh.
Selain diikuti kelompok seni dari Magelang, festival juga menghadirkan peserta dari sejumlah daerah seperti Cirebon, Bogor, Yogyakarta, Semarang, dan Solo. Masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian acara secara gratis di lokasi penyelenggaraan yang berada di lereng Gunung Merbabu.
"Festival Lima Gunung XXV diselenggarakan di Dusun Warangan, pada tanggal 10 sampai 12 Juli 2026. Dalam FLG, selain tarian tradisional, kontemporer, ada pameran seni rupa," kata Ketua Komunitas Lima Gunung Sujono dalam jumpa pers di Sanggar Dhom Sunthil, Warangan, Minggu (5/7/2026).
Menurut Sujono, sebanyak 85 kelompok seni dipastikan tampil dalam festival tersebut. Persiapan penyelenggaraan pun hampir rampung.
"Pengisi acara ada 85 grup yang mengisi FLG XXV ini. Instalasi (penunjang panggung) sudah 80 persen," sambung Jono Keron.
Pegiat Komunitas Lima Gunung, Endah Pertiwi, menjelaskan seluruh peserta yang tampil telah melalui proses seleksi. Tingginya minat kelompok seni membuat panitia harus melakukan kurasi karena keterbatasan waktu pelaksanaan festival.
"Kami menganggap tahun ini banyak sekali yang akan datang (pengisi) dan kami tidak bisa menampung dalam tiga hari itu. Maka, kami satu pintu, walaupun dari daerah sini (Warangan) pendaftaran melalui link. Semua mendaftar melalui link dan kami kurasi dengan durasi maksimal 15 menit," kata Endah.
Ia mengungkapkan banyak kelompok seni yang belum dapat tampil pada festival tahun ini karena keterbatasan durasi pertunjukan.
"Mohon maaf banyak sekali yang tidak bisa masuk dalam 85 besar (pengisi acara). Karena ada berbagai kendala durasi yang tidak bisa dipotong. 85 grup pengisi melibatkan 1.274 orang," ujar Endah.
Dari sisi teknis penyelenggaraan, warga Warangan, Teguh, menyebut panggung utama festival berukuran 8 x 16 meter. Area tersebut dibagi menjadi ruang persiapan alat musik berukuran 6 x 8 meter dan ruang pertunjukan tari seluas 6 x 10 meter.
"Untuk sound system pakai 10.000 watt termasuk lighting," ujar Teguh.
Teguh menambahkan penyelenggaraan Festival Lima Gunung tahun ini tidak didukung sponsor, donatur maupun swadaya masyarakat. Seluruh pendanaan diperoleh dari kontribusi penjualan kaus festival.
"Artinya nol rupiah. Terus pendanaannya, kita ada kontribusi dari penjualan kaus," tambahnya.
Jadwal dan Penampil Festival 5 Gunung
Selama tiga hari pelaksanaan, festival akan menampilkan puluhan pertunjukan seni dari pagi hingga malam hari. Pada hari pertama, Jumat (10/7), acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan penampilan Ganendra melalui karya Topeng Ireng, dilanjutkan Digidsaya Manunggal Putra, Iro Yudo Wicaksono, Gundala Art Dance, Tetra Kreativa, Sanggar Sekar Hima, Smakindo Dancer, Sanggar Tari Brahmastra, Aya Salim, Bengkel Seni, Yasa Pawestri Gati, Evangeline Yisrael, Sekar Budaya, Ambaran Ansambel, Vicky Mentari, Kajeng, Setyo Aji Wirotomo, Haris Kertoraharjo, Johdo Kemil, Sanggar Dhom Sunthil, Sangga Soko Papat, Bedhesvati, Sedalu Art and Culture, dan ditutup penampilan Kyai Kanjeng mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai.
Memasuki hari kedua, Sabtu (11/7), pertunjukan dimulai pukul 09.30 WIB dengan Bengkel Seni, kemudian dilanjutkan Sanggar Satrio Tirto Yudho, Seni Cakra Budaya, Zealfira Igna Vanessa, Jihan Raihanah, Wahyu Manggolo Putro, Sholeh Schelecht Noise, Sastra Sastro, Ngesti Laras, Danirmala, Omah Sewu Sirahi, Ranjana Dewi, Amanda Olga Paramita, Satya Cipta, Yolanda Evalyn Sebayang, Omah Mili, Sanggar Gendhug, Sanggar Kusuma Wiratama, Huis Van Roedi Lanbatih, Kawan Lama Ben, Rayon Suro Mranggen, Maestro Dalang Topeng Pewaris, Sangar Bunda, Sanggar Seni Kusuma, Adheeva Afseen Mysha Firoos, Ojo Squad, Iing Sayuti, Kagama Beksan, Nani Topeng Losari, Sanggar Tari Yusnita, Sotya Manunggal, Sanggar Clarinta, Sekar Palupi, Bolo Bakoh, Langen Turonggo Jati, Madyo Pitutur Gatholoco Puspo Bawono, dan ditutup Satria Bintang Rima yang membawakan Topeng Ireng pada pukul 22.15 WIB.
Sementara pada hari terakhir, Minggu (12/7), festival dibuka pukul 10.00 WIB dengan penampilan Surya Kaloka Jati, Dewi Kusuma, Sanggar Batara, dilanjutkan Kirab Lima Gunung sebagai salah satu agenda utama festival. Setelah itu tampil Hudi DW, Sri De Glenk, Siswo Budoyo, Sanggar Gadhoeng Mlati, Bhekso Turonggo Mudho, Padepokan Seni Tjipta Boedaja bersama Sanggar Bangun Budaya, Sanggar Wonoseni, Sanggar Saujana, Padepok Wargo Budoyo, Sanggar Seni Cahyo Budoyo Sumbing, Aksamala, Seakar, Gedebus, Mahardika, Komunitas Oengaran Menari, Mahawira Astagina, Estri Dans, Mangun Krido Budoyo, Sanggar Sekar Wahyu Manunggal, Krido Budi Utomo, dan ditutup Sekar Kudho Budi Utomo dengan pertunjukan Bramanti Sundari mulai pukul 21.50 WIB hingga selesai.
Simak Video "Video: Dalam Sekejap, 7 Gunungan Kupat Berisi Uang Diperebutkan di Magelang"
(aku/aku)