Suasana libur Lebaran di kawasan Lokawisata Baturraden, Banyumas masih terasa hidup. Ribuan wisatawan tampak memadati berbagai wahana hingga H+3 Lebaran. Namun, jumlah wisatawan menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Koordinator Lokawisata Baturraden, Agus Riyanto, mengatakan jumlah pengunjung hingga siang hari ini sudah mencapai sekitar 2.000 orang.
"Untuk H+3 ini alhamdulillah masih banyak pengunjung. Sampai siang ini sudah ada kurang lebih 2.000 pengunjung," ujarnya saat ditemui, Selasa (24/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, angka tersebut memang lebih rendah. Pada H+2 tercatat sebanyak 4.551 pengunjung, sementara H+1 mencapai 3.600 orang.
Menurut Agus, salah satu penyebab penurunan kunjungan adalah semakin banyaknya destinasi wisata baru di sekitar Baturraden yang membuat wisatawan memiliki banyak pilihan.
"Memang ada penurunan kunjungan ke Lokawisata Baturraden karena banyaknya obyek di seputaran sini. Wisatawan jadi punya banyak pilihan, terutama obyek-obyek yang baru," jelasnya.
Selain itu, durasi libur Lebaran tahun ini juga lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga memengaruhi tingkat kunjungan.
Suasana wisata Baturraden Banyumas, siang ini, Selasa (24/3/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng |
"Libur kali ini pendek waktunya, tidak seperti dulu yang bisa sampai hampir sepuluh harian. Sekarang setelah Lebaran cuma beberapa hari saja," tambahnya.
Dari sisi asal wisatawan, Agus menyebut tren juga mengalami perubahan. Jika pada awal libur banyak didominasi wisatawan luar kota seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang, kini lebih banyak didatangi pengunjung lokal.
"Kalau kemarin banyak dari luar kota seperti Jakarta, Jogja, Semarang. Tapi sekarang lebih banyak rombongan lokal," ungkapnya.
Meski begitu, pihak pengelola masih optimistis jumlah pengunjung akan meningkat pada akhir pekan mendatang, yang diprediksi menjadi puncak arus wisata.
"Kalau prediksi saya puncaknya justru besok di Sabtu-Minggu, tanggal 29-30 Maret. Karena libur bersama sudah selesai, tapi anak sekolah kan belum masuk," katanya.
Selama periode libur Lebaran, pengelola menargetkan total 30 ribu pengunjung. Hingga saat ini, jumlahnya telah mencapai sekitar 10 ribu orang.
"Kami targetkan 30 ribu selama libur Lebaran. Sekarang sudah 10 ribuan, masih kurang sekitar 20 ribu," ujarnya.
Agus menambahkan, faktor cuaca juga turut memengaruhi jumlah kunjungan. Meski sempat diguyur hujan di beberapa hari, kondisi cuaca saat ini relatif cerah.
"Kalau kendala memang cuaca. Tapi alhamdulillah beberapa hari ini cerah, walaupun kadang-kadang hujan," ucapnya.
Untuk menarik minat wisatawan, Lokawisata Baturraden menawarkan tiket masuk sebesar Rp 25 ribu yang sudah termasuk enam wahana gratis, seperti kolam renang, waterboom, pemandian air hangat, sepeda air, Taman Sendang Mulya, dan taman teratai.
Sementara itu, beberapa wahana lain dikenakan biaya tambahan, seperti Teater Alam Pesawat dan studio 3 dimensi seharga Rp 10 ribu, serta playground Rp 5 ribu.
Pada libur Lebaran tahun lalu, jumlah kunjungan mencapai 44 ribu wisatawan. Namun tahun ini, pengelola memasang target yang lebih realistis.
"Tahun kemarin 44 ribu pengunjung. Kalau sekarang target realistisnya 30 ribu," kata Agus.
Di sisi lain, Baturraden tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin berlibur bersama keluarga. Salah satunya Danang, wisatawan asal Cilacap yang mengaku rutin datang setiap tahun.
"Memang sengaja datang ke sini libur Lebaran bareng keluarga, buat refresh karena lumayan stres kerjaan," kata Danang.
Baginya, Baturraden bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga menyimpan kenangan masa kecil.
"Setiap tahun diusahakan ke sini. Nostalgia juga, dulu waktu kecil liburannya ke Baturraden. Masih sama kondisinya, cuma sekarang lebih tertata dan bersih," tutupnya.
(afn/afn)

