Rawa Jombor Klaten kini tampak lapang, bersih, lebih tertata, dan tersedia juga perahu wisata. Obyek wisata di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, itu kini ramai wisatawan. Di sisi lain, seorang penjaring mengaku sekarang sulit mendapat ikan ukuran besar.
"Ya kalau ikannya sepi, tapi wisata tambah ramai. Dulu 10 kilogram pasti dapat, ikan ukuran segini (setelapak tangan) isi lima ekor," kata penjaring ikan di Rowo Jombor, Muhadi, saat ditemui detikJateng, Senin (2/2/2026).
Menurut Muhadi, revitalisasi dengan pembersihan enceng gondok dan penataan karamba itu berdampak pada hasil tangkapannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemandangan Rawa Jombor, Klaten, setelah revitalisasi, Senin (2/2/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng |
"10 kilogram sehari ya tetap dapat, tapi ukuran ikan mengecil, karena tempat sembunyi ikan dibersihkan," ujar dia.
Meski demikian, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, Muhadi kini dapat pekerjaan tambahan yaitu membantu di warung makan.
"Senang sini direvitalisasi, dulu kan ruwet dengan enceng gondok dan karamba. Setelah ditata sekarang jadi luas. Ya ada (penghasilan lain). Sabtu Minggu kan tambah ramai " ucap dia.
Pemandangan Rawa Jombor, Klaten, setelah revitalisasi, Senin (2/2/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng |
Seorang pemilik warung makan dan toko oleh-oleh, Salamah, menyebut peningkatan kunjungan wisata mulai pesat sejak libur lebaran 2025. Menurut dia, sebagian wisatawan itu dari luar kota.
"Habis lebaran itu dari luar kota mulai ramai, Sabtu dan Minggu paling ramai. Depan warung sini penuh bus," kata Salamah saat ditemui detikJateng.
Dia bilang banyak rombongan wisatawan datang dari Semarang, Kudus, Jepara, dan daerah lain. Tiap hari libur, bus parkir mengular di sisi utara rawa dari ujung barat sampai timur.
Pemandangan Rawa Jombor, Klaten, setelah revitalisasi, Senin (2/2/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng |
"Parkir itu dari barat sampai timur penuh berjajar. Ya bersyukur pengunjung semakin ramai,'' ujar Salamah.
" Kalau pengunjung dengan bus kan pasti butuh warung, toilet, ole-oleh. Jadi saya buat juga toilet, jual oleh-oleh, musala juga ada, alhamdulilah ramai," sambungnya.
Salamah menambahkan, warga dan pengelola wisata saat ini berharap ada fasilitas lokasi parkir.
" Untuk jalan sudah cukup lebar, tapi kalau bus besar parkir dan ada bus lain lewat ya repot, belum mobil pribadi. Harapan kami pemerintah menyediakan lahan parkir," ucap dia.
Bakal Dibangun Sport Center
Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Klaten, Purwanto, mengatakan tahun ini Pemkab berencana membangun sport center di kawasan Rowo Jombor. Lokasinya bisa dimanfaatkan untuk area parkir.
" Tahun ini ada pembangunan sport center oleh DPUPR, dengan harapan nanti bisa dimanfaatkan untuk lokasi parkir wisatawan. Lokasinya di timur objek wisata Bukit Sidoguro," kata Purwanto kepada detikJateng.
"Untuk sementara kita imbau parkir menggunakan satu sisi, hindari parkir menggunakan dua sisi jalan. Tentu harus ada pengaturan keluar masuk kendaraan," imbuhnya.
Tampak Lebih Bersih-Lapang
Pantauan detikJateng, Rawa Jombor kini jauh berubah dibanding tahun lalu, tampak lebih luas. Enceng gondok, sedimen, karamba, pukat jaring yang dulu tampak semrawut dari tepian sampai tengah kini sudah hilang.
Karamba masih ada, tetapi ditata di tengah rawa dengan tanda batas. Di tepian rawa, sejumlah perahu wisata berjajar menunggu penumpang yang hendak berlayar atau sekadar makan di tempat. Di tepian rawa sepanjang 7 kilometer kini juga tersedia joging track.
Sebelumnya diberitakan, Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, direvitalisasi oleh pemerintah pusat. Revitalisasi kali kedua di rawa seluas 178 hektare itu sudah dilakukan sekitar dua pekan.
"Revitalisasi dilakukan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) bekerjasama dengan TNI. Sebelum pelaksanaan kegiatan kita telah beberapa kali mensosialisasikan," jelas Komandan Kodim 0723/ Klaten, Letkol Inf Slamet Hardianto kepada detikJateng, Kamis (16/10/2025).
Slamet mengatakan, dalam sosialisasi sudah disepakati baik luasan area maupun batasan waktu penertiban. Sasaran kegiatan saat ini meliputi sedimentasi, pukat dan karamba ikan.
"Sasaran kegiatan saat ini adalah pembersihan sedimentasi, penertiban pukat dan keramba ikan. Untuk sedimentasi sampai saat ini baru 25 persen, penertiban pukat baru sekitar 15 persen karena menunggu batas waktu yang sudah disepakati dengan petani yaitu 25 Oktober," terang Slamet.
Para peternak ikan diimbau untuk masuk ke area yang telah disepakati bersama. Revitalisasi itu bertujuan menata rawa Jombor lebih baik lagi.
"Tujuan kegiatan ini agar rawa Jombor lebih tertata, lebih rapi serta meningkatkan potensi kawasan wisata, pengerukan sedimentasi serta penertiban karamba dan pukat juga untuk meningkatkan kualitas air rawa Jombor agar semakin bagus, kapasitasnya bertambah agar bisa lebih dimanfaatkan petani ikan dan petani padi," kata Slamet saat itu.
(dil/afn)



