Jateng Provinsi Paling Cuan, Gubernur Luthfi Dorong Wisata Ramah Muslim

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 08 Jan 2026 14:14 WIB
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kecamatan Semarang Selatan, Selasa (8/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Provinsi Jawa Tengah (Jateng) disebut sebagai provinsi dengan pendapatan tertinggi dari sektor pariwisata, kalahkan Bali. Wisata ramah muslim pun akan diunggulkan guna mempertahankan posisi tersebut.

Hal itu disampaikan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. Ia mengatakan, Pemprov Jateng memang menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

"Memang kita salah satu untuk menaikkan PAD, APBD kita, di antaranya adalah dengan memperkuat, memperbanyak wisata," kata Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kecamatan Semarang Selatan, Selasa (8/1/2026).

"Kita punya aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, sama Rawa Pening. Kita punya 1.000 desa wisata. Para bupati, wali kota, kita sudah membuat SK untuk menunjuk desa wisata," lanjutnya.

Selain itu, kata Luthfi, Pemprov Jateng juga terus mendorong agar wisata bisa naik kelas hingga ke tingkat internasional.

Menurutnya, guna mempertahankan pendapatan dari sektor pariwisata bisa terus meningkat, ia akan lebih mendorong wisata kuliner hingga wisata ramah muslim.

"Yang tidaklah penting, kita akan mendorong lagi wisata kuliner, wisata ramah muslim, itu juga kita pilihkan, wisata budaya," ujarnya.

"Sehingga menjadi destinasi wisata berdasarkan letak strategis, karena Jawa Tengah di tengah-tengah Pulau Jawa. (Yang akan diunggulkan) Iya, wisata ramah muslim. Visi-misi kita itu ya," lanjut Luthfi.

Adapun, Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen, juga menyebut Pemprov Jateng tengah mendorong pengembangan wisata ramah muslim atau wisata halal di berbagai daerah.

Fokus yang tengah diproyeksikan Pemprov Jateng, kata dia, adalah pengembangan sektor perhotelan ramah muslim dengan sejumlah ketentuan dasar yang ketat.

"Yakni sama sekali tidak menyediakan makanan dan minuman nonhalal, tidak menyediakan minuman alkohol, kelengkapan fasilitas ibadah, bahkan kolam renang terpisah antara laki-laki dan perempuan," kata Gus Yasin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/1).




(apu/apl)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork