Teriakan "Ricky out" menggema di Stadion Manahan usai Persis Solo ditahan imbang De Red, dengan skor 0-0. Pelatih Persis Solo, Ricky Nelson menanggapi ketidakpuasan para suporter itu.
"Tidak ada masalah, itu semua wajar lah ketika semua kecewa mengungkapkan perasaan demikian (Ricky Out). Tapi saya ini karyawan, saya punya kontrak dengan Persis, dan adalah karyawan. Jadi sebagaimana seorang karyawan, tunggu saja manajemen bersikap. Karena saya karyawan, saya kerja untuk Persis. Jadi terserah Persis saja seperti apa manajemen mau mengambil tindakan. Karena saya karyawan, saya kerjakan saja pekerjaan saya," kata Ricky Nelson saat konferensi pers di Stadion Manahan, Solo, Minggu (11/10/2026).
Dalam lima laga yang sudah dilakoni, Persis Solo meraih sekali kemenangan, dua kali imbang, dan dua kali kalah. Hasil ini menempatkan Laskar Sambernyawa di urutan ke-6 dengan koleksi 5 poin. Padahal manajemen menargetkan musim ini untuk promosi ke Super League.
Ricky mengungkapkan suasana ruang ganti usai Persis Solo ditahan imbang De Red. Hasil laga itu membuat Persis Solo gagal memanfaatkan peluang meraih kemenangan di kandang. Sebab, laga sebelumnya, Persis kalah melawan Kendal Tornado di Stadion Manahan.
"Menyesal ya, semua sedih. Karena kita mau menang, jujur saja kita sangat mau menang. Kita tahu suporter juga pengen sekali tim menang, kita mau fight habis-habisan," ucapnya.
Dalam laga melawan De Red, Persis Solo sebenarnya mendominasi permainan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan namun gagal dikonversi menjadi gol. Ricky menilai, Persis masih punya kendala dalam penyelesaian akhir.
Sejumlah kesempatan yang didapatkan Persis berakhir dengan tembakan yang masih belum menemui sasaran, dan satu gol dianulir oleh VAR.
"Kita sudah melakukan banyak perbaikan Minggu ini, anak-anak bermain jauh lebih baik. Bisa kontrol bola, bisa kontrol game, mencoba bermain dari bawah, beberapa struktur yang kita bikin berjalan. Hanya memang kita sangat punya problem finishing touch. Kalau tadi finishing bisa masuk, satu atau dua gol minimal satu gol kita bisa landing 3 poin. Sangat disayangkan anak-anak kurang tenang dalam finishing," ujarnya.
Sementara itu, pelatih De Red Aji Santoso, bersyukur bisa meraih satu poin di Stadion Manahan. Awalnya dia menargetkan bisa menang, namun Persis tampil lebih impresif.
Aji mengaku harus merubah taktik pada babak kedua untuk meredam agresivitas Persis Solo. Dan strateginya berhasil, dengan laga berakhir imbang.
"Pada 10 menit terakhir saya menginstruksikan pemain untuk lebih melakukan compact defense di lapangan tengah, dan melakukan counter attack. Dan itu beberapa kali cukup sukses, dengan beberapa kali shot ke gawang lawan," kata Aji.
Simak Video "Video: Messi Selesai di Timnas, Ronaldo Kapan?"
(alg/alg)