Roger Bonet atau Ruxi, mantan bek PSIS Semarang, mengungkap kini dia punya job baru. Ia kini menjadi komentator di sebuah televisi Meksiko untuk gelaran Piala Dunia 2026.
Diketahui, Ruxi pernah menjadi bagian dari Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS, untuk Super League musim 2024/2025. Pemain asal Spanyol itu turun sebanyak 20 pertandingan, sebelum di musim berikutnya dia pindah ke Madura United.
Sebelum berkarier di Liga Indonesia, Ruxi sempat mengenyam satu musim bersama Mineros de Zacatecas, klub kasta kedua di Meksiko. Karena itulah, dia mengaku tawaran menjadi pundit datang dari salah satu rekannya di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Meksiko saya memiliki banyak teman baik. Sekarang saya diundang ke Piala Dunia untuk berbicara di televisi. Jadi saya pergi ke sana dan menjadi komentator Piala Dunia," tutur Ruxi kepada detikJatim, Jumat (12/6/2026).
Mendapat peran sebagai komentator bukan diraih Ruxi secara kebetulan. Saat ini, dia diketahui tengah menempuh kursus lisensi UEFA Pro dan juga giat membesarkan platform analisis taktik sepak bola yang dirintisnya. Ia juga berambisi menjadi seorang pelatih.
Selain karena kemahirannya menganalisis taktik, Ruxi menyampaikan bahwa kesempatan ini diperolehnya karena relasi yang dijalinnya secara baik.
"Itulah alasan saya mencoba bermain di berbagai budaya yang berbeda. Bagi saya, beradaptasi cukup mudah. Saya orang yang santai dan tidak banyak masalah," ujarnya menambahkan.
Jagokan Spanyol Jadi Juara Dunia
Ruxi menuturkan, sebagai orang Spanyol dia jelas menjagokan negara kelahirannya tersebut menjuarai Piala Dunia. Ia menjelaskan La Furia Roja matang dari segala aspek.
"Sulit untuk memprediksi Piala Dunia. Ini bukan kompetisi yang berlangsung panjang. Namun, saya pikir Spanyol adalah salah satu tim yang paling siap. Dari segi taktik, mereka adalah tim yang sangat bagus. Para pemainnya telah bermain bersama dalam waktu yang lama," jelasnya.
Berdasarkan analisisnya, pasukan Luis de la Fuente itu dijagokan merengkuh Piala Dunia karena tidak hanya mempunyai kualitas mumpuni. Spanyol juga mengusung pakem permainan menyerang sebagai identitas.
"Kami memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana kami ingin bermain. Kami sudah melakukannya selama bertahun-tahun," pungkasnya.
(apu/afn)
