Pelatih Andri Ramawi mulai menunjukkan dampak positif bersama PSIS Semarang pada putaran ketiga kompetisi Championship 2025/2026. Dalam tiga laga awal yang dipimpinnya, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu belum terkalahkan.
Debut Andri bersama PSIS memang belum sepenuhnya manis. Pada laga perdananya, PSIS harus puas bermain imbang 1-1 melawan Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Semarang.
Namun setelah itu performa PSIS mulai membaik dan mencatatkan hasil manis dalam laga tandang. Mereka berhasil mencuri kemenangan 1-0 di markas Deltras Sidoarjo dan menahan imbang tuan rumah Persiba tanpa gol di Balikpapan. Meski demikian, hasil tersebut diakui Andri masih belum sepenuhnya sesuai target tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang misi kita di putaran ketiga adalah sapu bersih laga kandang maupun tandang. Tapi apa pun hasilnya tetap kita syukuri," ujar Andri di Semarang, pada Selasa (10/3/2026).
Catatan yang diraih Andri sejauh ini juga terbilang lebih baik dibandingkan beberapa pelatih sebelumnya. Seperti diketahui, PSIS sudah empat kali berganti pelatih sepanjang musim ini.
Awalnya tim ditangani Kahudi Wahyu, namun kerja sama harus berakhir lebih cepat setelah PSIS gagal meraih kemenangan dalam tiga laga awal. Kursi pelatih kemudian diisi oleh Ega Raka yang sebelumnya menjabat sebagai asisten. Namun, ia juga belum mampu mengangkat performa tim.
Harapan sempat muncul ketika manajemen menunjuk Jafri Sastra. Pelatih asal Padang itu sempat memberi angin segar setelah membawa PSIS meraih kemenangan atas Persiba Balikpapan sekaligus memutus tren negatif tim.
Sayangnya, performa PSIS kembali menurun setelah itu. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Otavio Dutra, Beto Goncalves, dan Rafinha juga belum mampu mendongkrak konsistensi tim.
Situasi tersebut membuat manajemen akhirnya mengakhiri kerja sama dengan Jafri Sastra.
Tak lama berselang, manajemen menunjuk Alfredo Vera sebagai direktur teknik, lalu memperkenalkan Andri Ramawi sebagai pelatih baru untuk mengarungi putaran ketiga.
Andri mengaku tidak terbebani dengan situasi yang dihadapi PSIS saat ini. Justru, ia melihatnya sebagai tantangan baru.
"Melatih PSIS yang sedang dalam situasi sulit jadi tantangan buat saya. Ini tim besar yang seharusnya tidak berada di posisi bawah," ucapnya.
Ia juga mengaku terbantu dengan kehadiran Alfredo Vera yang sebelumnya pernah bekerja sama dengannya di Persipura Jayapura. Andri pun berharap timnya bisa terus bangkit di putaran ketiga dan mampu mengamankan posisi agar tetap bertahan di Championship musim depan.
"Saya pernah bekerja sama dengan coach Alfredo di Persipura. Salah satu alasan saya ke sini juga untuk membantu beliau berjuang bersama agar PSIS bisa bertahan di Championship musim depan," jelasnya.
(apl/aku)











































