Debut Mario Fabio Londok bersama PSIS Semarang berakhir negatif. Kiper anyar Laskar Mahesa Jenar itu harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali saat PSIS takluk 0-3 dari Deltras FC Sidoarjo pada pekan ke-16 Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri, Sabtu (17/1) lalu.
Ia pun harus segera melupakan hasil buruk tersebut. Sebab, Sabtu (24/1) malam, dia akan membawa PSIS bertarung menghadapi eks klubnya, Persela Lamongan, di Stadion Jatidiri.
Laga lawan Laskar Joko Tingkir juga akan menjadi laga sarat emosional bagi Mario. Sebab Mario sempat bermain untuk Persela pada putaran pertama lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara emosional pasti ada semangat tersendiri. Senang bisa bertemu teman-teman lama," ucapnya saat ditemui di Semarang, Rabu (21/1/2026).
"Tapi sekarang kami berada di tim yang berbeda. Kami juga butuh kemenangan untuk menjaga kans keluar dari zona merah," tutur mantan kiper Persib Bandung itu.
Kiper kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara tersebut bertekad memberi kemenangan bagi Laskar Mahesa Jenar atas eks klubnya tersebut.
"Targetnya harus menang, mau lawan Persela atau tim manapun. Karena posisi kita masih belum aman, jadi kita butuh kemenangan di tiap pertandingan," beber Mario.
Ia kemudian mengomentari debutnya yang berakhir kekalahan telak 0-3 dari Deltras. Mario Londok berujar, kebobolan tiga gol tak semata kesalahan individu, melainkan imbas dari belum solidnya koordinasi di lini belakang. Mario menilai banyaknya pemain baru membutuhkan waktu untuk membangun chemistry.
"Kecewa pasti, tapi itu karena komunikasi antar pemain belum maksimal. Banyak pemain baru, jadi wajar kalau belum sepenuhnya padu," ujar Mario.
Ia melanjutkan, segala kekurangan di laga sebelumnya telah dibenahi dalam sesi latihan. Khususnya dalam mengantisipasi pergerakan cepat lawan dan selalu tampil disiplin menjaga garis pertahanan.
"Dari hari ke hari tim semakin bagus. Pemain-pemain baru juga sudah mulai menyatu," tambahnya.
(apu/dil)
