Luthfi Minta Daerah Terdampak Hujan Ekstrem Ajukan Asuransi Gagal Panen

Luthfi Minta Daerah Terdampak Hujan Ekstrem Ajukan Asuransi Gagal Panen

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 14 Jan 2026 17:45 WIB
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, dalam acara Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2026 di The Sunan Hotel, Kota Solo, Rabu (14/1/2026).
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, dalam acara Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2026 di The Sunan Hotel, Kota Solo, Rabu (14/1/2026). Foto: Dok Pemprov Jateng
Solo -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, meminta para kepala daerah yang wilayahnya terdampak hujan ekstrem untuk mengusulkan asuransi gagal panen. Hal itu dilakukan untuk mencapai target ketahanan pangan di Jateng.

Hal tersebut diungkapkan Luthfi dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2026 di The Sunan Hotel, Kota Solo, pada Rabu (14/1/2026).

Sejumlah daerah terdampak hujan ekstrem beberapa waktu belakangan yakni Kudus, Pati, dan Jepara. Hujan ekstrem mengakibatkan banjir di tiga daerah itu hingga berdampak terhadap lahan pertanian warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luthfi pun meminta pemerintah kabupaten setempat untuk segera melaporkan luas lahan yang berpotensi gagal panen kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, untuk keperluan pengurusan asuransi.

ADVERTISEMENT

"Pak Frans (Kadistanbun) nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait (asuransi) gagal panen," ungkap Luthfi seperti dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, hari ini.

Luthfi menyebutkan cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi tidak dapat dihindari. Melalui mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah, kata Luthfi, dampak tersebut dapat ditekan.

Luthfi menekankan pentingnya penguatan standard operating procedure (SOP) dalam menangani bencana di kabupaten/kota. Termasuk juga kesiapan pemerintah daerah menetapkan status darurat, membentuk satuan tugas (satgas), dan memastikan dukungan logistik serta layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Luthfi menjelaskan, target ketahanan pangan tidak dapat dicapai sendiri oleh pemerintah provinsi. Sebab itu, pihaknya membutuhkan kolaborasi lintas wilayah dan instansi.

"Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan (dukungan) para bupati/wali kota," katanya.

Sebagai informasi, kegiatan komitmen ketahanan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya Jateng dalam mewujudkan swasembada pangan pada 2026, termasuk pencapaian target produksi padi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).



(afn/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads