Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meminta seluruh anggota Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) merapatkan barisan dalam mengawal program strategis nasional di level akar rumput.
Hal ini tersebut ditegaskan Yandri seusai menghadiri pelantikan pengurus DPC Abpednas lima kabupaten di Boyolali, hari ini. Ia juga berharap Abpednas mampu menjadi motor penggerak kolaborasi yang harmonis.
"Kami meminta Abpednas memastikan koordinasi dan kolaborasi tingkat desa benar-benar rapi dan bermutu. Semua program strategis nasional harus dikawal dengan baik di level desa karena di situlah titik penentunya," kata Yandri kepada detikJateng d lokasi, Rabu (14/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yandri mengatakan, sinergi antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat adalah harga mati untuk kemajuan wilayah perdesaan.
Dia juga menginstruksikan pengurus dan anggota Abpednas di seluruh Indonesia untuk fokus mensukseskan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa.
"Sebagai asosiasi nasional, Abpednas harus terus bergerak memastikan anggotanya benar-benar mengawal program Bapak Presiden Prabowo. Mereka punya peran strategis sebagai pengawas, termasuk mengawasi jalannya Koperasi Desa (Kopdes)," tegasnya.
Mengenai target ke depan, Mendes Yandri mengaku optimis melihat kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh asosiasi yang dipimpin Ketua Umum Indra Utama tersebut.
"Saya sering keliling Indonesia menghadiri acara bersama Abpednas dan melihat mereka punya SDM yang sangat baik. Oleh karena itu, kita minta program-program Abpednas ini benar-benar menyentuh dan sampai ke level desa secara konkret," pungkasnya.
