Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Klaten. Hal itu dia ungkapkan saat dibawa tim penyidik KPK setelah menjalani pemeriksaan maraton.
"Pertama-tama saya mohon maaf, telah mengecewakan masyarakat Kabupaten Klaten," ungkap Hamenang kepada wartawan di Mapolresta Klaten, Kamis (15/10/2026) malam.
Hamenang juga menyatakan rasa bersalah dan akan mengikuti proses sesuai perundang-undangan yang berlaku. Dia juga meminta maaf sekali lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mohon maaf, mohon doanya," imbuhnya berlalu masuk ke mobil.
Pantauan detikJateng, Hamenang beserta sejumlah pejabat keluar dari gedung Polresta Klaten sekitar pukul 22.30 WIB. Hamenang keluar melalui pintu utara melalui ruang SIM bersama penyidik yang membawa koper dan tong sampah.
Mengenakan topi hitam dengan kacamata dan bermasker putih, Hamenang tampak lesu. Enam mobil Avanza dan Innova membawa rombongannya dan penyidik KPK ke stasiun. Tidak jelas siapa saja yang ikut dibawa karena situasi gelap.
Sebelumnya diberitakan, KPK mengamankan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dikutip dari detikNews, KPK mengungkap Hamenang diamankan terkait dugaan suap proyek serta sulap hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
"Selain itu, ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada oknum BPK terkait dengan audit," sambungnya.
Selain Bupati Hamenang, KPK turut mengamankan 19 orang lainnya. Mereka diamankan di Klaten dan Jakarta.
KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai. Jumlahnya sampai saat ini mencapai Rp 1 miliar.
"Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp 1 miliar," tuturnya.
