Insiden pembacokan terjadi di depan kafe On Seven Coffee, Jalan Tri Lomba Juang, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Beberapa pelaku pun telah ditangkap pihak kepolisian.
"Kalau dari CCTV itu ada rombongan yang kelihatan, sembilan orang. Tiga orang turun, habis itu langsung kejadian pembacokan," Head Kitchen On Seven, Dandi (26) kepada detikJateng di lokasi, Jumat (25/9/2026).
"Yang dibacok itu dua parkir dan satu tukang batagor, bukan pengunjung sini. Waktu itu nggak ada pengunjung di luar," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, berdasarkan informasi yang diketahuinya, pembacokan diduga berkaitan dengan persoalan utang-piutang antara salah satu korban dan pelaku. Namun, Dandi mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan tersebut.
"Itu ada kasus sebelumnya sama yang dibacok. Katanya kasus piutang, utang-piutang. Detailnya saya kurang tahu. Tapi bukan antara customer sama tukang parkir atau sebaliknya," katanya.
Dia mengatakan, kejadian tersebut merupakan aksi bentrokan pertama yang terjadi di sekitar On Seven. Pihak On Seven juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
"Kalau bentrok yang kayak gini baru kali ini. Sebelumnya nggak ada. Setelah itu juru parkirnya sudah nggak kerja di sini, diberhentikan karena ada masalah itu," ungkapnya.
"Sebelumnya juga ada kayak masalah sama parkir aja. Biasanya Rp 2 ribu, mungkin karena malah jadi Rp 3 ribu. Makanya sekarang ditambahkan tulisan parkir Rp 2 ribu," lanjutnya.
Pantauan detikJateng di kafe On Seven, area parkir tampak sepi motor dan pengunjung. Tak ada juru parkir yang terlihat. Tak jauh dari lokasi, terdapat kardus berlumuran darah yang diduga merupakan darah para korban.
"Itu bekas darahnya korban, jadi korban dibacok di dekat angkringan itu, terus lari ke sini (tempat tambal ban) untuk mencari perlindungan biar nggak dibacok lagi," kata tukang tambal ban di sekitar lokasi, Hendri (46) kepada detikJateng.
Ia menyebut, pembacokan terjadi Rabu (23/9) tengah malam. Para pelaku sekitar datang menggunakan beberapa sepeda motor. Dia menyebut jumlah pelaku cukup banyak.
"Kalau nggak salah ada enam motor, rata-rata usianya 20 tahunan, memang keroyokan gitu," ucapnya.
Hendri mengatakan, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di sekitar lokasi. Para pelaku pun disebut bukan merupakan warga sekitar.
"Yang dibacok ada tiga orang, dua tukang parkir dan satunya pedagang batagor," ucapnya.
Lurah Mugassari, Yuni yang juga tengah di lokasi juga mengatakan, kejadian tersebut merupakan aksi kekerasan pertama yang terjadi selama dirinya menjabat sebagai lurah.
"Selama saya jadi lurah, ini baru pertama kali terjadi," kata Yumi.
Dia mengatakan pihak kelurahan belum mendapatkan laporan secara rinci mengenai penyebab maupun kronologi kejadian. Namun, menurutnya wilayah itu sebenarnya memiliki petugas Linmas yang rutin patroli setiap malam.
"Waktu itu turun patroli di sekitar TLJ jam 23.30 WIB, mungkin setelah dipatroli terus langsung ada kejadian itu," jelasnya.
Menurut Yumi, kawasan Jalan Tri Lomba Juang merupakan area yang cukup banyak terdapat usaha yang beroperasi hingga 24 jam. Karena itu, dia berharap para pelaku usaha turut berperan menjaga keamanan lingkungan.
"Nanti saya juga akan memberikan imbauan, surat, untuk ikut menjaga lingkungan. Karena selain kita punya Linmas, pelaku-pelaku usaha ini juga ikut menjaga," katanya.
Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Jumani mengatakan bahwa para pelaku sudah diamankan pada hari itu juga. Polisi kini masih melakukan penyelidikan.
"Pelaku yang ditangkap inisialnya M (22) sama Y (22), di kosan, daerah Kemijen. Sudah tertangkap setelah kejadian, sebelum 24 jam," jelasnya saat dihubungi detikJateng.
Ia menyebut, penangkapan dilakukan siang hari. Para pelaku disebut memiliki masalah pribadi dengan tiga korban berupa utang-piutang.
"Sebenarnya motifnya banyak. Itu masih kita dalami, tapi salah satunya ada permasalahan pribadi. (Utang-piutang?) Ya, bisa, dan lain-lain juga," ucapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang teak memiliki keperluan pada malam hari untuk lebih baik di rumah saja dan sebisa mungkin menghindari permasalahan dengan siapapun.
"Jika ada masalah, lebih baik laporkan ke polisi. Biarlah polisi yang melakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Hindari kekerasan walaupun kita merasa benar," imbaunya.
