Kasino Digerebek Bareskrim di Sukoharjo Ternyata Pernah Didemo Warga

Kasino Digerebek Bareskrim di Sukoharjo Ternyata Pernah Didemo Warga

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 29 Agu 2026 07:30 WIB
Suasana lokasi kasino yang berada di Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (28/9/8/2026).
Suasana lokasi kasino yang berada di Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (28/9/8/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Lokasi bekas gudang yang digunakan untuk judi kasino di Sukoharjo digerebek Dittipidum Bareskrim Polri. Lokasi itu ternyata pernah didemo warga.

Bangunan tersebut berada tepat di depan Vihara Karunia Maitreya, Jalan Rambutan, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Akses masuknya tertutup pintu besi besar dan kecil berwarna biru.

"Dulu untuk gudang, dikontrakkannya macam-macam. Ada keramik, plastik, banyak sebelumnya itu. Tapi tidak tahu izinnya untuk apa," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Jumat (28/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekertaris Forum Warga Grogol, Endro Sudarsono mengatakan sebelum ada penggerebekan, lokasi kasino itu sempat dilaporkan oleh Forum Warga Grogol melalui jejaring di DPRD Sukoharjo pada 27 November 2025. Dia menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan dari warga jika aktivitas perjudian di lokasi tersebut menggunakan meja dan sudah ada sejak pertengahan tahun lalu.

ADVERTISEMENT

"Iya (dulunya untuk gudang). Perjudian sejak kurang lebih 3 bulanan sebelum saya ke DPRD Sukoharjo (hearing). Lalu kami lakukan investigasi, cek lokasi, hingga ada warga dan teman Laskar yang mendatangi malam-malam. Itu di depannya ada tempat ibadah. Karena kita sulit membuktikan, kita meminta bantuan ke DPRD itu," kata Endro saat dihubungi awak media.

Dia menjelaskan, aktivitas lokasi tersebut terjadi pada malam hari. Pascahearing tersebut, warga bersama unsur kepolisian, perangkat kecamatan, hingga anggota DPRD Sukoharjo sempat mendatangi lokasi, namun dalam kondisi tertutup rapat.

Hingga sekira 3 hari lalu, dia mendapatkan informasi dari warga jika lokasi tersebut sudah digerebek oleh pihak kepolisian.

"Saya dapat informasi penggerebekan sudah sekitar seminggu yang lalu," pungkasnya.

Sementara itu Camat Grogol Herdis Kurnia Wijaya, belum mendapatkan laporan terkait penggerebekan kasino tersebut. Namun dia sudah mengetahui kabar penggerebekan tersebut dari warga sekitar.

"(Penggerebekan) Malam tirakatan, sebelum 17 Agustus berarti. (Lokasinya?) Yang dulu pernah dihearingkan di DPRD," kata Herdis saat dihubungi awak media.

Untuk diketahui, dalam penggerebekan yang dilakukan Dittipidum Bareskrim Polri, sebanyak 71 orang diamankan dan uang tunai senilai lebih dari Rp 1 miliar disita.

Dikutip dari detikNews, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menyebut operasi ini bermula saat tim Ditreskrimum Polda Maluku melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana di wilayah Jawa Tengah, namun justru menemukan aktivitas perjudian di Gedung SB, Sukoharjo.

Di lokasi itu, penyidik menemukan berbagai jenis permainan judi mulai dari baccarat, niu-niu, hingga mesin tembak ikan. Dari 71 orang yang diperiksa, 30 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan jajaran Polda Maluku, kemudian ditindaklanjuti melalui sinergi bersama Polda Jawa Tengah dan Bareskrim Polri. Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman, kami menemukan adanya aktivitas perjudian dengan berbagai peran dalam operasionalnya," kata Wira Satya Triputra melalui keterangannya, Jumat (28/8/2026)



(alg/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads