Satu Persatu Bupati di Jateng Ditangkap KPK

Round-Up

Satu Persatu Bupati di Jateng Ditangkap KPK

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 30 Jul 2026 06:45 WIB
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (dok. Pemkab Pemalang)
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (dok. Pemkab Pemalang)
Solo -

Operasi tangkap tangan (OTT) gencar dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) termasuk di Jawa Tengah. Sejak Januari hingga Juli 2026, sudah lima kepala daerah di Jateng yang dicokok lembaga antirasuah itu.

Sebelum Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang ditangkap Selasa (28/7) malam, ada empat kepala daerah lainnya yang lebih dulu digelandang oleh KPK tahun ini dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

4 Bupati Tersangka

Dari catatan detikJateng untuk penangkapan yang dilakukan KPK sejak awal 2026, sudah ada empat yang ditetapkan sebagai tersangka dan sebagian sudah mulai menjalani sidang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diawali pada bulan Januari, Bupati Pati Sudewo ditangkap KPK terkait dugaan suap proyek dan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Setelah menjalani pemeriksaan, Sudewo ditetapkan sebagai tersangka. Dia dalam proses sidang di Pegadilan Negeri Tipikor Semarang.

Kemudian pada awal Maret 2026, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditangkap KPK. Perkara yang diusut terkait dengan kasus suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Fadia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan kini juga menjalani persidangan di Semarang.

ADVERTISEMENT

Masih di bulan Maret 2026, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjerat perkara dugaan pemerasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Dia ditangkap KPK dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian di awal bulan Juli 2026, OTT dilakukan KPK di Solo Raya. Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditangkap dalam operasi KPK yang digelar Kamis (9/7) malam. Perkara yang menjerat Etik terkait dengan pemerasan terhadap bawahannya dan kini dia juga sudah berstatus tersangka.

Penangkapan Bupati Pemalang

Kepala daerah di Jawa Tengah yang ditangkap KPK adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Dia ditangkap di Jakarta pada Selasa (28/7) malam. Selain itu ada 20 orang lainnya yang juga ditangkap KPK.

"Tim mengamankan sejumlah 21 orang. Yakni 5 orang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan 1 orang di Purworejo," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, melalui keterangan tertulis lewat pesan instan, Rabu (29/7/2026) siang.

"Untuk 5 orang yang diamankan di Jakarta, saat ini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, salah satunya adalah Bupati Pemalang," ucap Budi.

Disita Uang Rp 2 M

Budi juga menjelaskan dalam penangkapan Bupati Pemalang, KPK turut menyita uang dengan jumlah Rp 2 miliar lebih. Meski belum ada penjelasan lebih lanjut soal uang tersebut.

"Selain mengamankan sejumlah 21 orang tersebut, Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai dengan nilai lebih dari Rp 2 miliar," jelasnya.

Kasus Proyek dan Jual Beli Jabatan

Terkait kasus yang menjerat Anom, Budi menjelaskan hal itu berhubungan dengan dugaan penerimaan proyek. Selain itu ada juga dugaan jual beli jabatan.

"Adapun kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati, terkait dengan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Pemalang. Selain itu, penerimaan oleh Bupati juga diduga terkait dengan jual-beli jabatan," tegasnya.

Istri Bupati Ikut Diamankan

Istri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, dr Noor Faizah Maenofie (NFM) ternyata ikut diangkut KPK ke Jakarta. Dia sempat menjalani pemeriksaan di Polres Pemalang.

Pantauan detikJateng, Rabu (29/7/2026), Noor yang mengenakan jilbab krem dan outer berwarna putih gading masuk ke dalam bus Hermanto merah bernomor polisi G 7565 OD sekitar pukul 13.25 WIB. Selain Noor, masuk juga Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang Bagus Sutopo, Camat Pemalang Prasetyo Widiatmoko, Kepala Dinas PUPR Joko Triasmoro, dan sejumlah pejabat lainnya.



(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads