Tim URC Polres Grobogan bersama Polsek Purwodadi menangkap pria berinisial T (29), warga Desa Nambuhan, Purwodadi, karena diduga mencuri puluhan water meter (alat baca meter air) Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan. Water meter itu diambil dari rumah-rumah warga hingga ruko.
Kapolsek Purwodadi, AKP Siswanto mengatakan pencurian ini dilakukan secara bertahap sejak April hingga Juni lalu. Kasus ini mulai terungkap setelah sejumlah pelanggan perumdam mengeluh aliran air tidak mengalir, namun saat dicek, water meter sudah raib.
"Dari laporan masyarakat dan hasil pengecekan pihak Perumdam, diketahui terdapat puluhan alat baca meter air yang hilang. Atas dasar laporan tersebut, kami segera melakukan penyelidikan secara intensif," kata Siswanto saat dihubungi detikJateng, Sabtu (4/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai mendapat laporan tersebut, Siswanto menuturkan, Unit Reskrim Polsek Purwodadi bersama Tim URC Polres Grobogan langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, hingga melakukan penyelidikan di sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.
Siswanto menuturkan pelaku berhasil diketahui keberadaannya oleh petugas pada Jumat (3/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat melakukan penyelidikan di wilayah Purwodadi, petugas mencurigai seorang pria yang berjalan seorang diri pada dini hari.
"Pria tersebut kemudian dihentikan dan dilakukan pemeriksaan. Dari hasil interogasi, T mengakui telah melakukan pencurian water meter milik Perumdam Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan di sejumlah lokasi," ungkap Siswanto.
Dari hasil pengakuan pelaku, petugas kemudian menuju sebuah rumah kos di Jalan Pringgodani, Purwodadi. Di sana, pelaku diketahui menyimpan barang bukti yang digunakan saat beraksi.
"Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa data pelanggan Perumdam Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan yang menjadi korban pencurian, satu buah kunci Inggris ukuran delapan inci, serta satu buah tang yang diduga digunakan untuk melepas water meter," tutur Siswanto.
Berdasarkan hasil pendataan, Siswanto menjelaskan setidaknya ada 49 unit water meter milik pelanggan Perumdam yang menjadi sasaran pencurian. Akibat kejadian tersebut, perusahaan daerah itu mengalami kerugian sekitar Rp 34,3 juta.
"Oleh pelaku kuningan dari water meter itu dijual ke tukang rosok keliling seharga Rp 100 ribu per unit. Sementara meterannya yang plastik dibuang karena tidak laku. Hasil curian sudah dijual tinggal tersisa satu," ungkap Siswanto.
Siswanto membeberkan pelaku selalu beraksi di tengah malam dengan menyasar rumah kosong dan water meter-nya dapat dijangkau. Pelaku juga beraksi seorang diri dengan berjalan kaki.
"Pelaku keluar di atas jam 01.00 WIB kemudian mencari rumah atau ruko yang kosong, yang sepi, tidak berpagar, dan water meternya bisa diambil. Setelah diambil kan bocor, airnya di rumah mati. Biasanya pagi hari pemilik rumah baru laporan ke perumdam dan diketahui water meternya hilang," jelas Siswanto.
"Hasil penyelidikan sementara pelaku sendirian, keluar berjalan kaki dari kosnya. Motifnya karena ekonomi, sudah punya istri dan dua anak sambung," imbuhnya.
Saat ini pelaku beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Polsek Purwodadi guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun pihak lain yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut.
(ahr/alg)
