Jebakan Nikah Gaib Dukun Cabul di Kartasura Sukoharjo

Round up

Jebakan Nikah Gaib Dukun Cabul di Kartasura Sukoharjo

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 03 Jul 2026 19:39 WIB
Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Edi Wahyono/detikcom
Solo -

Dukun cabul berinisial FA (51) di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, menjerat para korbannya dengan ilusi nikah gaib. Dia mencabuli putrinya sendiri dan juga beberapa wanita.

FA dibekuk polisi karena mencabuli putrinya selama sembilan tahun sejak korban berusia 12 tahun. Korban akhirnya menceritakan kebejatan ayah kandungnya hingga akhirnya kasus terbongkar.

Tiga Wanita Mengaku Korban

Setelah kasus tersebut ditangani, ada tiga wanita yang mengaku sebagai korban FA. Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Zaenudin mengungkap pihak pengadu berusia 24 tahun dan sudah diketahui oleh Kanit PPA Polres Sukoharjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru pengaduan, masih kami dalami," kata Zaenudin saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (3/7/2026).

Terpisah, kuasa hukum korban, I Made Ridho Ramadhan, mengatakan korban lain mulai berani melapor setelah kasus FA memperkosa putrinya terungkap. Kepada para wanita itu, FA mengaku sebagai dukun.

ADVERTISEMENT

"Total korban baru tiga orang yang berani speak-up kepada kami. Sudah kami proses, dan kemarin sudah kami dampingi untuk membuat aduan di Polres Sukoharjo," kata Ridho saat ditemui detikJateng.

Dia menyebut, dari tiga orang tersebut, salah satunya menjadi pengadu dan dua lainnya saksi.


Modus Nikah Gaib

Ridho menjelaskan, kepada para wanita itu, FA mengaku sebagai orang pintar atau dukun. Korban ada yang datang untuk berobat namun justru termakan bujuk rayu pelaku yang menyebut dirinya sakti.

"Dengan jebakan ilusinya, korban diyakinkan jika sudah menjadi istri tersangka secara gaib, modusnya seperti sudah nikah gaib, dan terus dipageri. Hubungan mereka sudah direstui oleh alam gaib," ucap Ridho.

Kenal Sejak Maret 2025

Wanita yang melakukan pengaduan, lanjut Ridho, sudah mengenal FA sejak Maret 2025. Pelecehan sudah dilakukan oleh pelaku. Bahkan Ridho menyebut ada korban yang dilecehkan tiap pekan.

"Pelapor ini mengenal korban Maret 2025. Maret itu sudah dilecehkan, satu bulan kemudian terjadi persetubuhan. Korban satunya hampir-hampir sama juga. Kalau satu korban lainnya mengalami pelecehan," terang Ridho.

"Korban ini hampir setiap minggu (disetubuhi). Mungkin seminggu bisa dua kali," imbuhnya.

Atraksi dan Ancaman

Sebelumnya, Ridho juga menyebut FA melakukan atraksi dengan keris dan paku untuk meyakinkan korban akan kesaktiannya. Dalam melancarkan aksi bejatnya, FA juga disebut memakai ancaman.

"Dari keterangan dua korban (baru) yang kita himpun, ada perempuan muda yang mengalami masalah psikologi datang ke FA. Ternyata terapinya itu metodenya sama, pada ujungnya kekerasan seksual," kata Ridho, Selasa (30/6/2026).

"Persetubuhan dilakukan lebih dari satu kali, dengan ancaman jika tidak mau dibersihkan dan dipagari, istilahnya balanya atau kesialan itu tetap menghantui, jadi harus dibentengi terus," imbuhnya.




(alg/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads