Maling motor berinisial AM (35) terjatuh hingga berdarah-darah karena panik saat dikejar oleh korbannya. Warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, itu kini mendekam di tahanan Polres Klaten.
Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi, menjelaskan pencurian itu terjadi pada Selasa (9/6) sekitar pukul 17.15 WIB di teras kandang bebek milik korban di Dukuh Dadagan RT 02 RW 08, Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari.
Saat itu korban berinisial ZWB (19) memarkir motor Scoopy miliknya dalam kondisi kuncinya tertinggal di kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kronologinya adalah tersangka melihat kendaraan milik korban yang kuncinya masih tertinggal di motor, kemudian tersangka mengambil motor dan melarikannya. Korban dengan tetangga yang melihat kejadian tersebut mengejar tersangka," kata Faruk saat konferensi pers, Kamis (12/6/2026).
Mengetahui motornya dicuri, korban bersama warga sekitar melakukan pengejaran hingga sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian. Pelaku yang panik akhirnya terjatuh hingga berhasil diamankan.
"Dan sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian, tersangka terjatuh sehingga tersangka dan barang bukti berhasil diamankan oleh korban dan dibantu oleh warga. Tersangka lalu diserahkan ke kepolisian," ujar Faruk.
Dari hasil pemeriksaan, ternyata pelaku merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor yang pernah dipidana di Kabupaten Sukoharjo.
"Kebetulan tersangka itu juga residivis kasus curanmor pada tahun 2024 di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan mendapatkan vonis 16 bulan kurungan penjara," kata Faruk.
Adapun dalam kasus di Klaten, barang bukti yang diamankan yaitu satu sepeda motor dan satu lembar STNK milik korban. Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 476 KUHP dan atau Pasal 17 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.
"Untuk barang bukti yang diamankan satu unit sepeda motor dan satu buah STNK sepeda motor korban, dan pasal yang kami persangkakan adalah pasal 476 KUHP dan atau Pasal 17 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun," ujar Faruk.
Disinggung soal adanya bercak darah kering pada beberapa bodi sepeda motor, Faruk menyampaikan itu darah pelaku. Pelaku yang saat dikejar terjatuh di jalan.
"Karena panik dan dikejar oleh warga dan korban, tersangka jatuh sehingga menyebabkan kendaraan milik korban rusak dan tersangka sempat mengalami luka pada saat terjatuh itu," imbuhnya.
Menurut Faruk, pelaku memang sengaja mencari sasaran kendaraan yang mudah dibawa kabur.
"Yang bersangkutan memang hunting berjalan kaki mencari kendaraan yang bisa pelaku bawa kabur atau bawa pergi, untuk itu kami imbau warga untuk tidak lupa mencabut kunci, jika perlu ditambah kunci pengaman," pungkasnya.
(dil/apu)
