Kalender Jawa Minggu Legi 6 September 2026: Pandai Sembunyikan Perasaan

Penanggalan Jawa

Kalender Jawa Minggu Legi 6 September 2026: Pandai Sembunyikan Perasaan

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 06 Sep 2026 09:23 WIB
Businesswoman laughing in office
Ilustrasi tersenyum. Foto: Thinkstock
Solo -

Hari ini, Minggu (6/9/2026) bertemu dengan pasaran Legi. Dalam penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan dengan 23 Mulud 1960, berada di tahun Be, Windu Sancaya dan Wuku Manahil.

Minggu Legi

Weton (hari kelahiran) Minggu Legi atau Ngahad Legi memiliki neptu 10. Pada umumnya, pemilik weton ini banyak keinginannya, pandai menyembunyikan perasaan dan cerdik dalam memecahkan masalah yang pelik dan misterius.

Pangarasan

Pangarasan pada weton ini adalah Aras Pepet. Artinya sering prihatin, hidup menderita dan serba kekurangan, yang diinginkan sulit tercapai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pancasuda

Sedangkan Pancasuda weton ini adalah Sumur Sinaba, artinya dadi pangungsening kapinteran atau pandai dan berwawasan luas serta dapat menjadi pelindung para sanak keluarganya. Dengan pengetahuan yang memadahi, tak mengherankan jika ia sering dicari orang karena petuah dan nasehatnya.

Wuku Manahil

Wuku Manahil, lambang dewanya Bathara Citragotra, wataknya selalu waspada. merasa dirinya besar, pandai bergaul, tetapi angkuh, selalu waspada dan cenderung mencurigai orang lain.

Memangku tombak terhunus, tinggi angan-angannya, tajam intuisinya. Pohonnya tegaron, menjadi hiasan hutan kurang ada gunanya. Namun ulet tekadnya. Burungnya sepahan, gesit cekatan, pikirannya lembut.

Sedikit rizkinya. Membelakangi air di tempayan. Tutur katanya merendah. Dalam bergaul tak membeda-bedakan pangkat maupun status. Dalam hal bekerja terkadang rajin terkadang malas. Bahayanya terkena senjata.

Kala ada di Tenggara, selama tujuh hari pada wuku ini jangan pergi jauh ke arah tenggara untuk urusan yang sangat penting.

Minggu Legi Wuku Manahil

Pada hari Ahad Legi di wuku ini merupakan hari yang buruk yang termasuk uwas panganten, disarankan menghindari untuk keperluan pernikahan. Akan tetapi jika digunakan untuk memasang perangkap burung, karena akan cepat mendapatkannya.

[Diasuh oleh Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo. Tayang rutin di detikJateng setiap pagi. Temukan wetonmu DI SINI]



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads