Raja Keraton Solo kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya tidak menggelar kirab pusaka malam 1 Suro. Hal itu berbeda dari kubu Paku Buwono XIV Mangkubumi yang menggelar kirab pusaka.
Hal itu diungkapkan oleh Pengageng Paran Parakarsa PB XIV Purbaya, KPAAd Nur Wijaya Adiningrat atau Kanjeng Dany. Dirinya mengatakan keputusan tidak ada kirab sesuai dawuh PB XIV Purbaya pada last minute.
"Dengan pertimbangan berbagai macam hal, termasuk prioritas keselamatan pusaka dan lain hal, maka Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Pakubuwono XIV (Purbaya) memutuskan untuk tidak miyoskan (mengeluarkan) pusaka malam hari ini," katanya kepada awak media di Keraton Solo, Rabu (17/6/2026) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dany mengatakan bahwa rangkaian peringatan Malam 1 Suro tidak hanya kirab saja. Melainkan banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satunya haul dalem Paku Buwono X.
"Upacara peringatan Malam 1 Suro itu bukan cuma kirab saja. Akan tetapi, ada khaul dalem Pakubuwono X, terus ada wilujengan, ada doa bersama, ada iktikaf dan salat hajat di Masjid Pujosono, terus ada juga doa di Bandengan, dan lain sebagainya. Rangkaian upacaranya banyak sekali," terangnya.
Dirinya menegaskan bahwa posisi Ndalem Ageng sampai haul selesai masih dalam keadaan tertutup. Paku Buwono XIV Purbaya juga masih duduk-duduk di Parasedya.
"Anda bisa lihat, posisi Ndalem Ageng posisi tertutup, walaupun di dalamnya juga upacara adat dilaksanakan. Akan tetapi, pusaka tidak dimiyoskan atau tidak dikeluarkan, seperti itu," ucapnya.
Disinggung apakah batalnya kirab dari PB XIV Purbaya karena telah keduluan kirab pusaka dari PB XIV Mangkubumi, Dany menampik. Ia mengatakan bahwa perintah PB XIV Purbaya pada last minute.
"Kemarin dalam rapat disampaikan ada kemungkinan seperti itu. Ketika kita mengkaji lagi, lalu disampaikan kepada Sinuhun, lalu Sinuhun dengan otoritas beliau, maka beliau menyampaikan dawuh pada last minute untuk tidak miyoskan pusaka. Itu kenapa beberapa jam yang lalu oncor (obor) kayak penerangan dan lain sebagainya ditarik kembali ke tempat penyimpanannya," bebernya.
"(Keputusan pusaka tidak keluar ini bukan karena adanya pihak lain yang sudah melakukan kirab?) Tidak, tidak. Intinya otoritas pusaka keraton adalah otoritas dari Sinuhun yang bertahta, SISKS Pakubuwono ke-14. Dibuktikan malam ini beliau ketika tidak miyoskan pusaka, Ndalem Ageng dalam posisi terkunci dan aman pusakanya, dan lain sebagainya, seperti itu," sambungnya.
Meski begitu, pihaknya mempersilakan para abdi dalem dan sentana dalem yang mau berkeliling pada malam 1 Suro.
"Bagi para abdi dalem atau sentana dalem yang memang mau kirab keliling, berdoa, bermunajat kepada Tuhan, laku lampah, dipersilakan, dipersilakan," ucapnya.
Mengenai banyaknya peserta yang sudah hadir, Dany kembali menegaskan bahwa itu sudah menjadi keputusan Paku Buwono XIV Purbaya.
"Ya. Sekali lagi gini, semua hal terkait pusaka miyos dan tidak adalah otoritas penuh dari Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun. Jadi, beliau mendapatkan petunjuk bahwa keselamatan pusaka diutamakan, makanya pusaka tidak dimiyoskan, seperti itu," pungkasnya.
