Suasana khidmat mewarnai jalannya rangkaian malam 1 suro di Puro Mangkunegaran, Kota Solo. Ratusan tamu, dan ribuan masyarakat memadati Mangkunegaran untuk mengikuti prosesi kirab 1 suro.
Sejumlah tamu khusus hadir dalam acara kirab malam 1 suro di Pura Mangkunegaran, seperti Menteri PUPR Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto (Pacul), anggota DPR RI Aria Bima, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Mantovani, Wali Kota Solo Respati Ardi, Chef Arnold Poernomo.
Mereka kompak mengenakan busana Jawa dengan mengenakan blangkon, beskap hitam, jarik, bersama peserta kirab yang lain. Sementara perempuan mengenakan kebaya hitam dan jarik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekira pukul 20.00 WIB, lampu di area Pamedan mulai dimatikan, tanda dimulainya prosesi acara. Masyarakat yang berada di Pamedan bisa menyaksikan prosesi acara di pendopo utama Puro Mangkunegaran.
Wali Solo, Respati Ardi, berharap prosesi malam 1 suro di Puro Mangkunegaran berjalan dengan lancar, aman, dan penuh berkah.
"Malam 1 Suro saatnya kita merefleksikan diri untuk menatap tahun baru, tahun yang lebih baik" kata Respati kepada awak media, Selasa (16/6/2026).
Sekira pukul 20.30 WIB, rombongan kirab mulai berjalan keluar. Hampir seluruh lampu jalan sepanjang rute kirab dimatikan. Sejumlah pusaka juga ikut dikirab.
Rute kirab di Mangkunegaran sendiri diawali dari gerbang utama ke selatan melintasi Jalan Diponegoro hingga simpang Pasar Pon. Lalu ke barat melintasi Jalan Slamet Riyadi, belok ke utara ke Jalan Kartini mengintari Puro Mangkunegaran, ke Jalan RM Said dan Teuku Umar, hingga Jalan Slamet Riyadi lalu ke barat, kembali ke Jalan Diponegoro, dan kembali masuk ke Puro Mangkunegaran.
Salah seorang warga asal Klaten, Farida (17), mengaku baru pertama ini melihat kirab malam 1 Suro di Mangkunegaran. Dia cukup senang, dengan acara tersebut.
"Ini baru pertama lihat. Iya seru, kan ini bagian dari tradisi budaya kita juga sebagai masyarakat Jawa. Harus terus dilestarikan," ucap Farida.
Warga yang lain, Bagas (24) asal Sukoharjo mengatakan, suasana kirab ini terasa begitu sakral.
"Yang ikut kirab katanya kan tidak boleh bicara, apalagi ini lampu jalan juga dimatikan, jadi suasananya terasa semakin sakral," ujar Bagas.
(alg/apl)
