Ribuan Ikan Dilepas di Sungai Progo Borobudur Jelang Waisak

Ribuan Ikan Dilepas di Sungai Progo Borobudur Jelang Waisak

Eko Susanto - detikJateng
Sabtu, 30 Mei 2026 15:36 WIB
Pelepasan burung merpati dan pelepasan ikan di Sungai Progo wilayah Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/5/2026).
Pelepasan burung merpati dan pelepasan ikan di Sungai Progo wilayah Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/5/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Ribuan ikan melem dilepas di Sungai Progo wilayah Borobudur, Kabupaten Magelang. Pelepasan dilakukan umat Buddha dari Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI) dalam rangkaian Waisak 2570/2026.

Selain ikan, ada juga pelepasan burung merpati dalam acara ini. Terlihat ada artis Ferry Salim hingga Adam Jagwani dalam acara ini.

"Upacara hari ini merupakan kolaborasi gabungan dari kebudayaan. Memang kita di Indonesia, nenek moyang kita sudah mempunyai kebudayaan itu Merti Karuna Bumi. Yaitu ucapan terima kasih kepada bumi di mana kita berpijak," kata Ketua Umum MUNI, Lama Rama Santoso Liem kepada wartawan di Sungai Progo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah umat Buddha menjalani ritual lepas ikan jelang waisak di Sungai Progo, Magelang, Sabtu (30/5/2026).Sejumlah umat Buddha menjalani ritual lepas ikan jelang waisak di Sungai Progo, Magelang, Sabtu (30/5/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

"Kita berterima kasih, kita mendoakan seluruh makhluk yang ada di atas bumi ini. Kita bersama-sama menebarkan cinta kasih. Itulah kebudayaan yang ada di Tanah Jawa, ini kebudayaan dari nenek moyang kita. MUNI punya juga satu doa, doa untuk melepaskan makhluk hidup kembali ke alam mereka, kembali ke habitatnya," sambung Lama.

ADVERTISEMENT

Kebudayaan dan ajaran, kata Lama, dari kebudayaan dan ajaran kitab suci digabungkan. Selain itu, juga mendoakan semua makhluk agar hidup sejahtera.

"Kita menjadi suatu upacara yaitu sebagai satu ucapan terima kasih kepada bumi yang di mana telah mendatangkan, memberikan kesejahteraan untuk kita semua. Kita kembali mendoakan untuk semua makhluk agar hidup sejahtera," ujarnya.

Prosesi melepas ikan jelang waisak di Borobudur, Magelang, Sabtu (30/5/2026).Prosesi melepas ikan jelang waisak di Borobudur, Magelang, Sabtu (30/5/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

"Jadi, hari ini kami melepaskan burung merpati dan ikan. Tapi, inti dari doa kami mendoakan seluruh makhluk yang terlihat maupun tidak terlihat. Tidak kelihatan mungkin di bumi ada makhluk-makhluk kecil dan juga yang beterbangan serangga semua kita doakan agar sejahtera hidup panjang umur," jelasnya.

Ikan yang dilepaskan, kata Lama, disesuaikan dengan habitat dan ekosistem yang ada.

"Tahun ini, kita merilis sampai sekitar 6 sampai 10 ribu ikan. Kita tidak ingin melakukan kontroversi, jadi kita serahkan (warga setempat) dan tidak merusak ekosistem di sini," ujarnya.

Selain melepas ikan, umat Budda juga lepas sejumlah merpati di Sungai ProgoSelain melepas ikan, umat Budda juga lepas sejumlah merpati di Sungai Progo Foto: Eko Susanto/detikJateng

Sementara itu, salah satu peserta pelepasan ikan mengaku bersyukur sekali bisa ikut fang sheng di Sungai Progo mendekati Waisak.

"Ini tahun ketiga saya mengikuti fang sheng dan lebih senang mengajak teman saya. Harapannya semoga kebaikan ini juga memberikan berkat bagi bangsa Indonesia dan kita semua. Saya mendoakan semua makhluk hidup berbahagia," kata dia.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads