Dalam tradisi Jawa, weton kelahiran dipercaya menyimpan gambaran watak, perjalanan hidup, hingga arah rezeki seseorang. Perhitungan hari dan pasaran bukan sekadar penanda waktu lahir, melainkan simbol yang memuat nilai filosofi serta pengalaman hidup yang diwariskan turun-temurun. Karena itu, memahami weton sering dijadikan sarana untuk mengenali karakter diri dan orang lain secara lebih mendalam.
Salah satu weton yang dibahas karena keunikannya adalah Selasa Kliwon. Weton ini dikenal memiliki karakter kuat, emosional, dan penuh dinamika. Di balik wataknya yang keras, Selasa Kliwon juga menyimpan sisi kepedulian, kecerdasan, serta naluri tajam dalam membaca peluang hidup. Namun, watak tersebut sering kali diiringi ujian dalam hubungan sosial, jodoh, maupun rezeki.
Oleh sebab itu, berikut adalah watak weton Selasa Kliwon pada laki-laki dan perempuan, beserta jodoh dan rezekinya. Dengan mengenali kelebihan dan kekurangannya, diharapkan pemilik weton Selasa Kliwon mampu mengelola sifat bawaan dengan bijak, sehingga kehidupan rumah tangga, sosial, dan ekonomi dapat berjalan lebih seimbang dan harmonis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Weton Jawa?
Berdasarkan publikasi Kepercayaan Tradisi Weton dalam Kehidupan Adat Jawa Perspektif Aqidah Islam karya Praditya Anggraeni, weton dipahami sebagai sistem penanggalan kelahiran dalam tradisi Jawa yang merujuk pada waktu seseorang dilahirkan ke dunia. Perhitungan weton kerap dijadikan acuan untuk membaca pertanda atau ramalan yang berkaitan dengan karakter, nasib, dan perjalanan hidup seseorang.
Dalam tradisi Jawa juga dikenal konsep pasaran atau dino pasaran, yaitu siklus hari adat yang terdiri atas lima nama, yakni Pahing, Legi, Kliwon, Wage, dan Pon. Sementara itu, neptu atau pancawara merupakan nilai angka yang diperoleh dari penjumlahan hari kelahiran dan pasaran, yang kemudian dijadikan dasar dalam berbagai perhitungan Primbon Jawa.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), primbon adalah kitab yang berisi kumpulan ramalan dan perhitungan tradisional, seperti penentuan hari baik dan hari buruk, yang menjadi bagian dari khazanah pengetahuan kejawen. Di dalam primbon termuat berbagai rumus ilmu gaib, antara lain rajah, mantra, doa, serta tafsir mimpi, yang disertai sistem perhitungan angka yang rumit.
Perhitungan tersebut digunakan untuk menentukan waktu yang dianggap tepat atau membawa keberuntungan dalam berbagai keperluan, seperti pelaksanaan selamatan, mendirikan rumah, memulai perjalanan, hingga mengatur urusan penting dalam kehidupan individu maupun masyarakat.
Watak Weton Selasa Kliwon
Selasa Kliwon dalam Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk. berada di bawah Wuku Pala (Palasia) yang bermakna angin badai, melambangkan kehidupan yang dinamis, keras, dan penuh ujian. Lambangnya meliputi Betara Durga, burung Betet, pohon batang angrunggedhe, gedung dengan pintu depan terbuka, serta juaja hanya satu.
Wuku Pala dimaknai sebagai pribadi yang kurang disegani orang, bukan karena lemah, tetapi karena sikapnya yang sering menonjolkan keakuan. Lambang Betara Durga menunjukkan watak gemar berbuat tidak baik, banyak bicara, angkuh, dan cenderung memicu konflik. Lambang burung Betet menandakan pribadi yang mudah marah dan tidak pandang bulu saat berhadapan dengan siapa pun.
Namun dibalik kerasnya watak tersebut, Selasa Kliwon juga memiliki sisi sosial yang kuat. Lambang pohon batang angrunggedhe menunjukkan sifat mudah marah tetapi suka menolong sesama yang menderita.
Sementara lambang gedung dengan pintu terbuka menggambarkan daya ingat yang kuat, kecenderungan membanggakan kekayaan, gemar berkata tajam, dan suka mengada-ada perkara. Lambang juaja dipancang di muka bermakna banyak isyarat keuntungan dan rezeki cukup, meskipun kadang disertai penyakit yang sulit disembuhkan.
Selasa Kliwon menggambarkan pribadi yang suka membanggakan keturunan atau jabatan, namun justru sedikit keberuntungan sosialnya. Bencananya adalah sering menyebabkan sakit hati atau sakit badan orang lain, baik secara ucapan maupun perbuatan.
Watak Laki-laki Selasa Kliwon
Laki-laki Selasa Kliwon dikenal memiliki watak keras, emosional, dan dominan. Menurut Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat, jika ia bodoh bisa menjadi terlampau bodoh, tetapi jika pandai dapat menjelma menjadi sastrawan atau ulama. Ia pandai bicara, mampu mengarang bahasa, pemaaf, namun segala kebaikan dan keburukan disimpan dalam hati, tidak mudah terbuka.
Sifat sujana, tan andelan, butarepan menggambarkan laki-laki Selasa Kliwon sebagai sosok cerdas namun cemburuan, tidak mudah percaya, dan waspada berlebihan. Dalam publikasi Kepercayaan Tradisi Weton dalam Kehidupan Adat Jawa Perspektif Aqidah Islam oleh Praditya Anggraeni, Selasa berada di bawah naungan Dewa Rudra, awatara Dewa Siwa dalam wujud murka, sehingga wataknya keras kepala dan mudah tersulut emosi, dengan suara keras saat berbicara.
Dalam Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk, juga menyebutkan bahwa pada laki-laki Selasa Kliwon, dalam urusan rumah tangga kemampuannya sering dikalahkan oleh istrinya, sehingga bila egonya tidak terkelola dapat memicu konflik. Meski demikian, ia sangat mengutamakan keluarga dan anak, memiliki firasat kuat, serta pandai mencari peluang.
Watak Perempuan Selasa Kliwon
Perempuan Selasa Kliwon memiliki perpaduan watak kuat dan menarik. Menurut 60 Detik Langsung Bisa Membaca Kepribadian & Sifat Orang Terdekatmu karya Balqis Khayyirah, mereka umumnya ramah, disukai banyak orang, dan sangat pandai memilih kata yang tepat dalam berbagai situasi. Ia memiliki pendirian keras dan sifat kritis, sehingga sulit dipengaruhi oleh orang lain.
Dalam kajian Kepercayaan Tradisi Weton dalam Kehidupan Adat Jawa Perspektif Aqidah Islam oleh Praditya Anggraeni, perempuan Selasa Kliwon biasanya memiliki suara lantang, konsisten, teguh memegang ucapan, dan mengutamakan keluarga. Namun primbon juga menyebutkan ciri khas berupa tahi lalat di kemaluan, serta kecenderungan tidak setia dalam hubungan pada kondisi tertentu.
Sisi bayangannya adalah mudah marah, cemburuan, dan keras hati, selaras dengan lambang anjing dan kera pada orang kelahiran pasaran Kliwon. Anjing melambangkan pribadi yang bisa setia jika diperlakukan baik, tetapi tetap berpotensi berbuat jahat. Kera melambangkan sifat liar, sulit dijinakkan, suka mengusik, dan hatinya sulit didekati.
Jodoh Weton Selasa Kliwon
Dalam Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk., Selasa Kliwon digambarkan banyak untung tetapi tinggi hati, sehingga urusan jodoh sering menjadi ujian utama hidupnya. Watak emosional, cemburuan, dan dominan membuat Selasa Kliwon kurang cocok dengan pasangan yang sama-sama keras.
Jodoh yang baik bagi Selasa Kliwon adalah pasangan yang tenang, sabar, mampu mengalah, dan kuat secara batin. Jika bertemu pasangan yang tepat, Selasa Kliwon bisa menjadi sosok yang setia, protektif, dan bertanggung jawab. Namun bila salah memilih, hubungan rawan konflik, pengkhianatan, dan putus di tengah jalan.
Dalam Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat, Jodoh yang cocok untuk Selasa Kliwon (Neptu 11) menurut Primbon Jawa adalah yang memiliki jumlah neptu pasangannya 8, 10, atau 18, seperti Senin Wage, Kamis Legi, Sabtu Wage, Kamis Wage, Minggu Legi, Senin Pon, Rabu Kliwon, atau Selasa Legi, yang akan menciptakan hubungan harmonis, saling menguatkan, membawa kemuliaan, atau saling melengkapi rezeki dan karakter, meskipun Selasa Kliwon dikenal kuat dan setia namun butuh pasangan yang suportif.
Rezeki Weton Selasa Kliwon
Rezeki Selasa Kliwon menurut dalam Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk., tergolong cukup dan sering disertai tanda-tanda keuntungan, meski tidak selalu mulus. Lambang juaja satu menandakan peluang rezeki besar, tetapi sering terhambat oleh emosi, kesombongan, dan kemalasan.
Usaha yang mendatangkan rezeki disebutkan secara khusus, yaitu berdagang kayu. Selain itu, menurut publikasi Kepercayaan Tradisi Weton dalam Kehidupan Adat Jawa Perspektif Aqidah Islam oleh Praditya Anggraeni, pekerjaan yang cocok adalah petani, guru, militer, dan pandai besi. Mereka pandai membaca peluang, memiliki insting tajam, dan berani mengambil risiko.
Dikutip dari Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk, Siklus hidup Selasa Kliwon menunjukkan:
- Lahir-12 tahun: untung
- 13-18 tahun: jaya
- 19-27 tahun: bencana
- 28-36 tahun: Sri (kemuliaan)
- 37-45 tahun: rezeki
Dengan pengendalian diri, kerendahan hati, dan konsistensi kerja, Selasa Kliwon berpeluang mencapai kemapanan rezeki di usia matang. Weton Selasa Kliwon mengajarkan bahwa watak keras, emosional, dan penuh dinamika sejatinya bukanlah kelemahan, melainkan potensi besar bila mampu dikendalikan dengan bijaksana.
Dengan memahami karakter laki-laki dan perempuan Selasa Kliwon, serta menimbang kecocokan jodoh dan arah rezekinya, diharapkan setiap pemilik weton ini dapat lebih mawas diri, menjaga lisan dan sikap, serta mengolah kelebihan yang dimiliki agar kehidupan berjalan lebih harmonis, tenteram, dan penuh keberkahan.
Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/afn)
