Kalender Jawa Jumat Legi 9 Januari 2026: Saatnya Tebar Jala

Penanggalan Jawa

Kalender Jawa Jumat Legi 9 Januari 2026: Saatnya Tebar Jala

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 09 Jan 2026 06:03 WIB
Ilustrasi Nelayan
Ilustrasi nelayan tebar jala. (Foto: Shutterstock)
Solo -

Hari ini, Jumat (9/1/2026) bertemu dengan pasaran Legi. Dalam penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan dengan 20 Rejeb 1959, berada di Tahun Dal Windu Sancaya dan Wuku Marakeh.

Jumat Legi

Weton (hari kelahiran) Jumat Legi memiliki neptu 3. Pada umumnya, pemilik weton ini keras, mudah marah akan tetapi cenderung lancar sandang pangannya, dan rezeki selalu ada.

Pangarasan

Pangarasan pada weton ini adalah Aras Tuding, artinya sering ditunjuk dalam hal yang positif yang bisa menjadi peluang atau kesempatan. Misalnya dalam suatu organisasi, biasanya orang tersebut berpeluang menduduki jabatan tertentu atau memiliki posisi yang sangat strategis. Namun demikian, terkadang dia juga bisa terkena tudingan dalam hal negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pancasuda

Sedangkan Pancasuda, Satriya Wirang Luhur budinya, tetapi sering mendapat malu atau dipermalukan orang sehingga terkesan kurang wibawa.

ADVERTISEMENT

Wuku Marakèh

Wuku Marakèh, lambang dewanya Bathara Surènggana. Wataknya menerima yang telah ditakdirkan untuknya. Gedhongnya dipanggul, sifatnya memperlihatkan karunia yang diterimanya. Pohonnya trengguli, tidak suka di keramaian kota dan agak berbeda pola pikirnya dengan orang lain. Umbul-umbulnya terbalik, agak dekat keberuntungannya. Gambarannya bagaikan bunga setaman yang dirahasiakan, agak pelit, tetapi manis bicaranya. Jika diberi masukan pemikiran yang baik sering malah menyesatkan. Lambangnya bunga yang layu. Wataknya sering sial, celakannya tenggelam di air. Kala ada di Barat Laut, selama tujuh hari di wuku ini jangan pergi jauh ke arah Barat Laut untuk urusan yang sangat penting.

Jumat Legi Wuku Marakèh

Pada hari Jumat Legi di wuku ini adalah hari yang baik untuk memasang perangkap seperti rajeg, luwang (lubang), seser, jala, dan sebagainya.

[Diasuh oleh Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo. Tayang rutin di detikJateng setiap pagi. Temukan wetonmu DI SINI]




(alg/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads