Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kerajinan Jepara memiliki potensi untuk semakin dikenal luas hingga pasar internasional. Pengembangan kreativitas dan promosi produk lokal menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pasar tersebut.
Hal itu disampaikan Ayu Heni Rosan Roeslani, istri CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, saat mengunjungi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara pada Sabtu (17/10).
Dalam kunjungan tersebut, Ayu Heni didampingi Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Lestari Moerdijat (Rerie) beserta rombongan.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat beragam produk unggulan Jepara, mulai dari Tenun Troso hingga batik karya anak-anak disabilitas. Ayu Heni berharap para pelaku UMKM di daerah terus mengembangkan kreativitas agar produk yang dihasilkan semakin dikenal masyarakat.
"First Invasion saya ke Jepara untuk mensuport UMKM di daerah, khususnya di Jepara semakin kreatif dan sukses. Tentunya karya-karyanya ditunggu masyarakat, dan semoga UMKM Jepara bisa mendunia," ujar Ayu Heni dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ayu Heni mengaku mengagumi Tenun Troso khas Jepara. Ia juga tertarik dengan batik buatan anak-anak disabilitas dan memutuskan membeli karya tersebut.
"UMKM yang ditampilkan bagus-bagus. Saya tertarik batik yang dibuat anak-anak disabilitas di Jepara, dan pasti saya beli," tuturnya.
Kedatangan Ayu Heni dan rombongan disambut Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit), Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), serta kepala perangkat daerah terkait.
Ayu Heni juga berkomitmen mendorong sinergi antara Dekranas pusat dan Dekranasda di tingkat daerah untuk memperluas jangkauan pasar industri kreatif Indonesia hingga ke tingkat global. Dekranasda memiliki peran dalam mendukung pengembangan kerajinan lokal, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan desain dan kemasan, hingga perluasan akses pemasaran.
Melalui upaya tersebut, produk unggulan Jepara diharapkan semakin dikenal dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Batik Karya Siswa SLB Jepara Berprestasi di Tingkat Nasional
Selain promosi produk UMKM dan kerajinan daerah, kunjungan tersebut juga menyoroti kreativitas anak-anak disabilitas, khususnya dalam membuat batik. Rerie mendorong pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian serta dukungan agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan terlibat dalam industri kreatif.
"Kita harus memberi perhatian lebih kepada anak-anak disabilitas di Jepara. Saya kagum dengan kreativitas anak-anak Sekolah Luar Biasa dalam membatik," ujar Rerie.
Rerie juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi Dekranasda Kabupaten Jepara. Menurutnya, tempat tersebut menampilkan beragam karya pelaku usaha lokal, mulai dari produk kerajinan hingga makanan, termasuk batik buatan siswa sekolah luar biasa (SLB).
"Mari datang ke Dekranasda Kabupaten Jepara. Kita harus mendukung Dekranasda semakin maju dan berkembang. Apalagi di sini ada karya anak-anak SLB Jepara yang sangat luar biasa," tuturnya.
Apresiasi terhadap karya batik siswa SLB Jepara juga disambut baik oleh pihak sekolah. Kepala SLB Jepara, Mohamad Arif Priwijayanto mengaku bangga karena karya para siswa mendapat perhatian dari Wakil Ketua MPR RI, istri menteri, dan berbagai pihak.
"Kami dari SLB Jepara sangat bangga dan senang karya anak-anak SLB Jepara diapresiasi Wakil Ketua MPR RI dan istri Menteri dan semua pihak. Ke depannya kami akan membina dan membimbing anak-anak agar lebih berprestasi lagi," ungkapnya.
Kreativitas siswa SLB Jepara dalam membatik juga telah menghasilkan prestasi di tingkat nasional. Batik Sekar Samudera meraih juara pertama dalam Lomba Keterampilan Siswa (LKS) tingkat nasional pada Agustus 2026. Sementara itu, Batik Sekar Gendhis Jawi meraih juara kedua LKS Disabilitas tingkat nasional pada 2025.
Karya siswa SLB Jepara mencakup batik tulis dan batik ciprat. Produk-produk tersebut turut dipamerkan dalam berbagai kegiatan, seperti Hari Disabilitas Internasional (HDI), Hari Jadi Kota Jepara, HUT PGRI, acara sekolah, dan kegiatan lainnya.
Simak Video "Video Perkrindo: Industri Kratom RI Menguasai 95% Pasar Global"
(akn/ega)