Jejak perjalanan Laksamana Cheng Ho menjadi inspirasi gelaran Rupiah Tresno Budoyo (RTB) 2026 di Sam Poo Kong, Semarang, Sabtu (26/9). Pertunjukan budaya Jawa dan Tionghoa dipadukan dengan edukasi Rupiah serta pengenalan inovasi pembayaran digital.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengangkat sejarah perjumpaan antarbangsa sebagai pintu masuk untuk mengenalkan kebijakan kepada masyarakat. Acara ini terbuka untuk umum secara gratis.
"Melalui pendekatan sejarah dan budaya, Bank Indonesia mengemas edukasi kebijakan secara lebih dekat dengan masyarakat," kata Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Anggis Rakhmi dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Edukasi tersebut mencakup digitalisasi sistem pembayaran QRIS, pelindungan konsumen, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, pengembangan UMKM, hingga pengendalian inflasi pangan.
RTB 2026 mengusung tema 'Melintasi Batas Dunia, Menjalin Konektivitas Antarbangsa: Ekspedisi Laksamana Cheng Ho, Menyatukan Jejak Integrasi Budaya dan Inovasi Teknologi'. Melalui tema tersebut, BI Jateng menghubungkan kisah pelayaran dan perdagangan masa lalu dengan perkembangan konektivitas pembayaran digital.
Menjembatani Dua Tepian Lewat Seni dan Layar Ponsel
Pesan transformasi tersebut diangkat melalui pertunjukan utama Dance Spectacle bertajuk 'Two Shores, One Story, One Connection'.
Menurut keterangan BI Jateng, pertunjukan ini memadukan tari, musik tradisional Tionghoa dan Jawa, visual, serta teknologi. Ceritanya dimulai dari pelayaran Cheng Ho, berlanjut pada perjumpaan dan akulturasi budaya, hingga memasuki era digital.
"Sejarah tidak hanya ditampilkan sebagai masa lalu, tetapi menjadi jembatan untuk memahami bagaimana hubungan antarbangsa terus berkembang melalui inovasi teknologi," kata Anggis.
QRIS Antarnegara menjadi bagian dari cerita konektivitas tersebut. Anggis menjelaskan bahwa inovasi ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran lintas negara secara lebih mudah dan terintegrasi.
Rangkaian budaya yang disiapkan juga mencakup Gambang Semarang dengan unsur musik Tionghoa, barongsai, wayang potehi, serta seni kaligrafi Tionghoa.
Dari Aktivitas Kreatif hingga Edukasi Pangan
RTB 2026 turut menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif bagi masyarakat.
Dalam keterangannya, BI Jateng menyebut kegiatan tersebut meliputi storytelling CBP Rupiah, Galang Uang Logam (GAUL), lokakarya kerajinan berbahan daur ulang, melukis lampion dan kipas, membuat aksesori tusuk konde, membatik, hingga menyulam.
Edukasi kebijakan Bank Indonesia juga dikemas melalui permainan. Untuk mengenalkan pembayaran digital, pengunjung diajak mengikuti berbagai aktivitas dan QRIS Challenge.
"Pengunjung tidak hanya memperoleh edukasi mengenai QRIS, tetapi juga diajak mengalami langsung penggunaan pembayaran digital melalui berbagai aktivitas dan QRIS Challenge," kata Anggis.
Melalui pendekatan berbasis pengalaman tersebut, BI Jateng mendorong pemahaman mengenai pembayaran digital agar dapat diterapkan dalam keseharian masyarakat.
Aspek ketahanan pangan diperkenalkan melalui kegiatan tebus murah komoditas pangan strategis serta edukasi mengenai hilirisasi dan diversifikasi pangan.
Sementara itu, bazar bertema 'Fusion Flavor' mempertemukan cita rasa khas Semarang dan Tionghoa dengan produk kerajinan lokal, termasuk wastra pesisir. Menurut BI Jateng, rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memperluas pasar UMKM unggulan Jawa Tengah.
QRIS Jawa Tengah Catat 870 Juta Transaksi
BI Jateng turut menyampaikan perkembangan transaksi pembayaran digital di wilayahnya. Berdasarkan keterangan resmi tersebut, pada posisi Juli 2026 transaksi QRIS di Jateng mencapai 870,01 juta transaksi dengan nominal Rp73,45 triliun.
Sampai dengan Juli 2026, transaksi inbound QRIS Antarnegara di Jateng tercatat sebanyak 495,89 ribu transaksi dengan nominal Rp136,37 miliar.
Di tingkat internasional, BI Jateng menyebut QRIS Antarnegara meraih 50-in-5 Awards 2026. Penghargaan tersebut disebut sebagai pengakuan terhadap inovasi sistem pembayaran Indonesia dalam membangun konektivitas pembayaran digital lintas negara yang interoperabel dan inklusif.
Digitalisasi Menjangkau Pemerintah Daerah
Selain edukasi masyarakat, puncak RTB 2026 menjadi momentum pemberian Transaksi Non Tunai (TNT) Awards Jawa Tengah 2026.
Anggis menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Penyelenggaraannya melibatkan sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama BPKAD Provinsi Jawa Tengah, Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng, serta TP2DD di wilayah Jawa Tengah.
Melalui inisiatif tersebut, pemerintah daerah didorong memperluas transaksi nontunai, mengoptimalkan kanal pembayaran digital untuk penerimaan daerah, serta memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah.
Anggis berharap penghargaan ini dapat memotivasi pemerintah daerah untuk menghadirkan inovasi pembayaran digital yang memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan penerimaan daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Jejak Lama, Konektivitas Baru
Melalui RTB 2026, BI Jateng membawa edukasi Rupiah dan sistem pembayaran ke dalam cerita yang dekat dengan sejarah Semarang. Seni, pertunjukan, permainan, serta pengalaman pembayaran digital menjadi sarana untuk mengenalkan transformasi tersebut kepada masyarakat.
"Sejarah memperlihatkan bagaimana Semarang telah menjadi titik pertemuan berbagai bangsa dan budaya," kata Anggis.
Semangat konektivitas itu, menurut Anggis, diteruskan melalui inovasi QRIS Antarnegara. RTB 2026 diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sistem pembayaran digital sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.
Simak Video "BI-Rate Tetap 5,75% untuk Dorong Pertumbuhan"
(akn/ega)