Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat kerja sama dalam pengembangan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) kemitraan dan pengembangan produk unggulan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Bupati Bintan Roby Kurniawan, Senin (31/8).
Penandatanganan PKS tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah disepakati kedua daerah terkait kerja sama antarpemerintah daerah.
Melalui kerja sama ini, Klaten dan Bintan membuka ruang kolaborasi dalam promosi serta pemasaran produk unggulan UMKM. Letak geografis Bintan yang strategis dan berdekatan dengan Singapura serta Malaysia diharapkan dapat menjadi pintu masuk produk-produk Klaten ke pasar regional dan internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bintan yang membuka peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi itu merupakan tindak lanjut komunikasi yang sebelumnya digagas oleh pemerintah provinsi kedua daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati beserta jajarannya. Hari ini kita bisa menindaklanjuti pertemuan beberapa bulan lalu yang digagas oleh gubernur-gubernur kita untuk kemudian dipertemukan. Setelah kami hadir dan bersilaturahmi di Bintan, nampaknya banyak hal yang ke depan bisa kita kerjasamakan," tutur Hamenang, Selasa (1/9/2026).
Hamenang mengatakan Klaten memiliki berbagai produk unggulan yang potensial untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas. Salah satunya adalah beras, khususnya varietas Rojolele Delanggu yang telah menjadi salah satu identitas pertanian Klaten.
"Berbicara masalah produk dari Kabupaten Klaten tentu yang menjadi unggulan utama adalah beras, di mana zaman dulu terkenal dengan yang namanya Rojolele Delanggu. Harapan kami ke depan, seperti yang disampaikan Bapak Bupati, bisa dikolaborasikan apakah untuk masuk ke pasar Bintan ataupun dibantu masuk ke pasar Singapura maupun Malaysia," jelasnya.
Selain beras, Klaten memiliki potensi di sektor wastra dan kerajinan. Produk batik tulis dan lurik Klaten, kata Hamenang, telah menembus sejumlah pasar internasional dan masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas.
"Selain beras kami juga terkenal dengan wastra. Ada batik tulis dan lurik yang sangat spesial. Lurik ini alhamdulillah juga sudah masuk beberapa pasar internasional, tetapi barangkali kalau ke depan bisa dibantu oleh Bintan, kami bisa lebih masif masuk ke Singapura dan juga Malaysia," ujarnya.
Produk lain yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama tersebut antara lain kerajinan tangan, mebel dan furnitur, serta produk cor logam yang menjadi salah satu industri unggulan Klaten.
Menurut Hamenang, posisi Bintan yang strategis dapat menjadi penghubung bagi produk-produk Klaten untuk memasuki pasar regional. Di sisi lain, produk unggulan Bintan juga berpeluang dipasarkan di Klaten.
Karena itu, ia mendorong pola cross selling atau pemasaran silang antara kedua daerah. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat perekonomian sekaligus mendorong kemandirian fiskal daerah.
"Harapan kami ke depan tentu bisa terjadi cross selling antara Bintan dan Kabupaten Klaten sehingga kita bisa saling menguatkan. Di tengah situasi hari ini, kalau hanya mengandalkan dana dari pusat jauh dari kata cukup. Kita harus kreatif bersama-sama dan saling menguatkan agar kemandirian fiskal di wilayah ini bisa terjaga dan berkembang," tegas Hamenang.
Bintan Punya Keunggulan Geografis
Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan daerahnya memiliki keunggulan geografis karena berada dekat dengan Singapura dan Malaysia.
Bintan juga memiliki sejumlah kawasan strategis, mulai dari kawasan Free Trade Zone (FTZ), kawasan pariwisata terpadu Lagoi, hingga kawasan industri. Menurut Roby, kondisi tersebut memberikan peluang untuk mengembangkan investasi, perdagangan, dan pariwisata.
"Bintan ini memang dianugerahi letak yang strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia. Alhamdulillah kita juga memiliki free trade zone di Kabupaten Bintan, termasuk kawasan pariwisata terpadu di Lagoi dan kawasan industri," jelas Roby.
Roby mengatakan percepatan investasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi Bintan. Ia berharap kerja sama dengan Klaten dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua daerah.
"Kami juga ingin belajar dari Kabupaten Klaten yang mudah-mudahan kita bisa sama-sama membawa kemajuan untuk daerah kita. Semoga kerja sama terus berkesinambungan, UMKM maju dan berkembang hingga ke mancanegara," ujarnya.
Kerja sama Klaten dan Bintan selanjutnya diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Kedua daerah akan mendorong langkah konkret berupa promosi, pemasaran, pengembangan jejaring usaha, hingga pembukaan akses pasar bagi produk unggulan masing-masing.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pasar UMKM, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, serta memperkuat sektor perdagangan dan pariwisata di kedua daerah.
