Harga Ayam-Telur di Pasar Peterongan Anjlok, Pedagang Sebut gegara MBG Libur

Harga Ayam-Telur di Pasar Peterongan Anjlok, Pedagang Sebut gegara MBG Libur

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 02 Jul 2026 11:16 WIB
Suasana penjualan ayam dan telur di Pasar Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (2/7/2026).
Suasana penjualan ayam dan telur di Pasar Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (2/7/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Harga ayam hingga telur di Pasar Peterongan, Kota Semarang, mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Pedagang menyebut turunnya harga dipengaruhi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang libur sementara.

Hal itu disampaikan salah seorang pedagang sembako di Pasar Peterongan, Tikem (48). Ia mengatakan, harga telur ayam kini dijual Rp 25 ribu per kilogram.

"Satu kilogramnya Rp 25 ribu, turunnya dari 3-6 hari ini. Tadinya Rp 28 ribu, malah pernah Rp 32 ribu, soalnya langka," kata Tikem kepada detikJateng di Pasar Peterongan, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, selama ini dapur MBG menjadi salah satu penyerap pasokan telur. Ketika program itu berhenti sementara, stok di peternak menjadi melimpah sehingga harga ikut terkoreksi.

"Ini kan sementara MBG berhenti. Biasanya yang diutamakan itu untuk dapur MBG. Tetapi karena MBG lagi libur, stok dari kandang banyak, jadinya turun," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Suasana penjualan ayam dan telur di Pasar Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (2/7/2026).Suasana penjualan ayam dan telur di Pasar Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (2/7/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Tak hanya telur, Tikem mengatakan harga ayam juga ikut mengalami penurunan. Sementara itu, sejumlah komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih juga lebih murah dibanding beberapa waktu lalu.

"Brambang (bawang merah) kemarin sempat Rp 60 ribu, sekarang Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu. Bawang putih sekarang Rp 40 ribu, kemarin sempat Rp 50 ribu," jelasnya.

Meski demikian, harga beras dan minyak goreng dinilai masih relatif stabil. Tikem pun menyambut baik turunnya harga kebutuhan pokok tersebut.

"(Penurunan harga) Baguslah, memang harusnya seperti ini. Kasihan yang bakul-bakul (pedagang) juga untuk dijual lagi kalau bahan dasarnya mahal. Pembeli juga kan milih yang murah," ujarnya.

"Ini ekonominya sudah mulai naik. Harapannya kayak gini terus, memang MBG harusnya disetop saja," lanjutnya.

Hal senada dikatakan pedagang telur lainnya, Istiqomah (40). Harga telur di tempatnya kini turun mencapai Rp 24 ribu.

"Telur per kg Rp 24 ribu, sudah turun satu minggu ini. Tadinya ya Rp 28-30 ribu. Ini per hari turun, sekarang Rp 24 ribu," ucapnya.

Menurutnya, stok telur saat ini melimpah sehingga harga telur pun berangsur turun. Pola konsumsi masyarakat terhadap telur pun turun, ia menilai pembeli telur mulai berkurang.

"Harga turun karena stok melimpah kali karena MBG juga disetop sepertinya ya. Konsumsinya juga turun," ucapnya.

"Saya telurnya dari tangan kedua. Dari sananya memang sudah turun harganya semingguan ini," lanjutnya.

Tak hanya telur, harga ayam potong juga mengalami penurunan. Hal itu disampaikan salah seorang pedagang ayam, Siti Nur Hidayah (47). Harga ayam potong kini berada di kisaran Rp 28 ribu per kilogram.

"Sekarang 1 kg Rp 28 ribu. Turun, tapi ya standar aja. Biasanya harganya Rp 32-30 ribu," ucapnya.

"Sudah sekitar satu minggu turunnya. Karena MBG berhenti, jadi permintaannya turun, harganya juga turun," lanjut Siti.

Sementara pedagang ayam lainnya, Nur (37), mengatakan harga ayam di lapaknya saat ini dijual Rp 26 ribu per kilogram. Ia juga menyebut penurunan permintaan dari program MBG ikut memengaruhi harga di tingkat pedagang.

"Ayam kan harganya naik-turun, hari ini di tempat saya Rp 26 ribu. Sebelumnya Rp 30 ribuan. Turunnya sudah semingguan ini lah," ucapnya.

"Harganya turun karena nggak ada MBG, ayamnya turun. Kalau permintaan dari pelanggan biasa masih sama saja," sambungnya.

Menurutnya, pemberhentian sementara MBG juga berdampak pada harga sayuran. Sayur yang dulunya mahal kini menjadi lebih murah dibanding saat MBG masih berjalan.

"Cabai rawit sekarang harganya Rp 45 ribu per kilogram, tadinya kan pernah Rp 90 ribu, Rp 100 ribu. Kalau cabai merah besar Rp 40 ribu. Banyak yang turun," ungkapnya.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads